Menu

Mode Gelap
 

Lampung · 13 Jan 2024 00:25 WIB ·

Pulau dan Perahu Bermunculan di Bendungan Batu Tegi Tanggamus Lampung


 Pulau bermunculan dan banyak perahu teronggok di Bendungan Batu Tegi, Air Naningan, Tanggamus, Jumat 12 Januari 2024. Foto : Asrul/Mustar Arifin/Media Prioritastv.com. Perbesar

Pulau bermunculan dan banyak perahu teronggok di Bendungan Batu Tegi, Air Naningan, Tanggamus, Jumat 12 Januari 2024. Foto : Asrul/Mustar Arifin/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Fenomena surutnya Bendungan Batu Tegi di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, sejak awal Desember 2023 hingga awal Januari 2024, telah menciptakan pemandangan unik di daerah tersebut.

Air yang surut membuka bukit-bukit yang sebelumnya tenggelam, menjadi daya tarik tersendiri bahkan masyarakat telah mendokumentasikan fenomena ini melalui foto dan video yang diunggah ke media sosial.

Banyak yang penasaran melihat isi bendungan yang biasanya terendam oleh air. Sejumlah warga bahkan membawa motor masuk ke sisi bendungan yang kini terlihat seperti jalanan tanah tak berumput, menciptakan suasana yang jarang terlihat.

Bendungan Batu Tegi, yang dibangun pada tahun 1995 dan diresmikan oleh Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, terletak di antara dua lekukan bukit yang tinggi. Bendungan ini memiliki luas 3.560 hektar dan mampu menampung debit air sebanyak 9 juta meter kubik.

Saat aktif, PLTA yang terintegrasi di bendungan ini mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas total mencapai 125,2 giga watt per tahun.

Menurut informasi yang dihimpun, selain kemarau panjang yang menyebabkan air surut, kondisi ini juga dipicu oleh aliran air yang dialirkan keluar sebagai langkah pembersihan bendungan.

Proses ini mengungkapkan pemandangan baru, di mana bukit-bukit yang biasanya terendam kini menyembul, dan perahu-perahu teronggok dalam keadaan rusak.

Meskipun fenomena ini memberikan keindahan dan menarik minat masyarakat, pihak berwenang diharapkan untuk memberikan klarifikasi terkait alasan surutnya air dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Kepala Pekon Batu Tegi, Rahmat mengungkapkan, terkait turunnya debit air bendungan yakni memang terdampak kemarau panjang yang lebih pokok dan yang kedua memang karena bendungan batu tegi ini dulu hanya cuma satu, sekarang ada 2 di sekampung 2.

“Jadi walaupun telah dibuka juga air masih tetap ditampung di sekampung 2,” kata Rahmat.

Rahmat mengungkapkan, aktivitas nelayan dan pelayaran terganggu, tetapi bagi petani ataupun nelayan, mereka justru malahan menangkap ikan lebih mudah karena banyak juga genangan genangan yang sekarang titik ikannya sudah terkonsentrasi terkumpul dalam satu titik.

Ia menjelaskan, sebenarnya dampak kemarau panjang pasti surut, namun pada tahun ini surutnya bendungan memang signifikan sehingga pulau pulau yang dulunya tergenang sekarang sudah mulai muncul lagi.

“Akibat mungkin, faktor tadi faktor cuaca ataupun kemarau panjang, yang kedua memang pengendalian air sekarang tidak dipertahankan hanya di kampung satu. Dibuka terus irigasinya sehingga surut semakin tinggi,” tandasnya. (Asrul/Mustar Arifin)

Artikel ini telah dibaca 28,589 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Tulang Bawang Kerahkan Puluhan Personel Amankan Konser Literasi Digital Kominfo RI

25 May 2024 - 21:51 WIB

Satu Warga Hilang Akibat Bencana Tanah Longsor di Ulu Belu Tanggamus

25 May 2024 - 18:45 WIB

Pria 41 Tahun di Pagelaran Utara Pringsewu Dikeroyok Ayah dan Anak, Polisi Buru Dua Pelaku

24 May 2024 - 21:36 WIB

Polres Tulang Bawang Gelar Patroli dan Razia Perbatasan, Berikut Lokasi dan Sasaran Utamanya

24 May 2024 - 17:13 WIB

Kapolsek Pulau Panggung dan Danramil Salurkan Bantuan Sembako ke Masyarakat Terdampak Banjir di Pekon Gunungtiga

24 May 2024 - 16:31 WIB

Sat Lantas Polres Tanggamus Lakukan Evakuasi Bus Study Tour Kecelakaan di Jalinbar Pekon Sedayu

24 May 2024 - 16:27 WIB

Trending di Lampung