Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – LKS Alamanda Tanggamus terus menunjukkan kepeduliannya terhadap Dimas Adi Prayogi (18), pelajar SMA Negeri 1 Kota Agung yang harus menjalani amputasi kaki kiri akibat kanker tulang.
Ketua LKS Alamanda, Roswati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendampingi Dimas sejak pertama kali mendapat laporan mengenai kondisinya.
Yayasan juga rutin mengunjungi kediaman Dimas untuk memantau perkembangannya dan memberikan bantuan.
“LKS Alamanda selalu berkunjung ke rumah Dimas. Hari ini sudah kesekian kalinya kami datang untuk melihat kondisi Dimas dan memberikan tali asih guna membantu biaya pengobatan, pembelian obat, serta keperluan lainnya,” kata Bunda Ros sapaan akrab Roswati, Jumat 28 Maret 2025.
Bunda Ros menyebut, Bantuan yang diberikan berasal dari donasi para dermawan yang peduli terhadap kondisi Dimas. Roswati berharap Dimas tetap semangat menjalani pengobatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada orang-orang baik yang telah peduli dengan Dimas. Kami juga ingin menyampaikan pesan kepada Dimas agar tetap semangat, karena dengan semangat itu kita bisa menghadapi segala tantangan, termasuk rasa sakit,” tambahnya.
Roswati juga menegaskan bahwa LKS Alamanda akan terus memberikan pendampingan bagi Dimas ke depannya, meskipun tidak selalu bisa menemani di rumah sakit.
“InshaAllah, kami akan tetap mendampingi Dimas, meskipun untuk pendampingan di rumah sakit ada keterbatasan. Namun, kami akan terus berupaya memberikan dukungan terbaik,” tutupnya.
Ibunda Dimas, Koriah, mengucapkan terima kasih kepada LKS Alamanda Tanggamus yang telah membantu dan sering menjenguk Dimas.
Dengan adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Dimas dapat menjalani pengobatan dengan baik dan segera pulih.
Diketahui, Dimas Adi Prayogi, seorang pelajar SMAN 1 Kota Agung, Tanggamus, Lampung, tengah berjuang melawan kanker tulang yang mengharuskannya menjalani amputasi kaki kiri.
Kondisi anaknya mulai membaik sejak didiagnosis kanker tulang tiga bulan lalu. Namun, perjuangan mereka belum usai pasalnya saat ini, ia menjalani kemoterapi setiap 21 hari selama enam bulan ke depan.
Dimas, yang divonis menderita kanker, kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Husen, Palembang, ia mengalami pembengkakan besar di kaki kiri.
Kondisinya menjadi sorotan karena perjuangan keluarganya yang penuh keterbatasan. Dimas berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Dedi Adi Wijaya (42), bekerja sebagai buruh cuci motor (steam motor), sedangkan ibunya, Kori’ah (45), adalah ibu rumah tangga.
Untuk meringankan beban keluarga Diman, bantuan dapat disalurkan langsung ke kediaman Dimas di RT 01 RW 01 belakang kantor BRI Lampu Merah Kota Agung atau dapat melalui rekening Bank BRI 5774-01-058413-53-6 atasnama Dedi Adi Wijaya dengan konfirmasi 081973546164 atasnama orang tua Dimas. (Herdi)