Tim Gabungan Siaga Blokade Gajah di Sebrang Sungai Semaka Tanggamus

- Jurnalis

Senin, 6 Januari 2025 - 18:11

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penjagaan kawanan gajah liar di Tulung Asahan, Semaka, Tanggamus, Senin 6 Januari 2025 | Edi Hidayat/Media Prioritastv.com.

Penjagaan kawanan gajah liar di Tulung Asahan, Semaka, Tanggamus, Senin 6 Januari 2025 | Edi Hidayat/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Semaka, Polsek Wonosobo, TNI Koramil Wonosobo, KPH, BKSDA, Polhut TNBBS, dan tokoh masyarakat setempat bersiaga penuh memantau pergerakan kelompok gajah liar bernama “Bunga” di Sebrang Sungai Semaka, Pekon Tulung Asahan, Senin 6 Januari 2025.

Kapolsek Semaka, AKP Sutarto melaporkan bahwa pemantauan intensif dilakukan menggunakan GPS pada pukul 15.00 WIB. Berdasarkan koordinat termonitor (-5.417617, 104.411978), posisi kelompok gajah terdeteksi berada sekitar 400 meter dari Way Semaka, masih di luar area permukiman warga.

“Tim bersiaga untuk menghalau kelompok gajah tersebut agar tidak memasuki permukiman warga,” ujar AKP Sutarto, mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Rivanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam upaya mengantisipasi konflik antara manusia dan satwa, tim gabungan telah mengambil sejumlah langkah strategis, selain menutup akses kelompok gajah agar tidak memasuki area permukiman juga menggunakan alat bantu seperti petasan, suara keras, dan api untuk mendorong gajah kembali ke habitat aslinya di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Kapolsek Semaka menyebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan kepala pekon Tulung Asahan untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada warga agar tetap tenang. “Masyarakat diimbau tidak panik dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada tim satgas,” jelasnya.

Kelompok gajah “Bunga,” yang terdiri dari 18 ekor, masih berada di lokasi pemantauan. Mereka berada sekitar 10 meter dari mahout (pawang gajah) yang bertugas, yakni Miskun, Gianto, dan Supri asal Pemrihan, Pesisir Barat. Ketiganya terus menggiring gajah menuju area yang aman.

Langkah ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI, Polri, BKSDA, dan masyarakat dalam menangani konflik satwa liar di Tanggamus. Diharapkan, upaya ini mampu mencegah kerugian material dan menjaga keseimbangan ekosistem. (Edi Hidayat)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru