Hasil Rapat Forkopimda Tanggamus dan BB TNBBS, Datangkan 3 Mahot asal Pesisir Barat Atasi Konflik Gajah Liar di BNS

- Jurnalis

Kamis, 2 Januari 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordnasi penanganan konflik gajah dengan manusia yang digelar di Mapolres  Tanggamus, Kamis 2 Januari 2025 | Dok..Polres Tanggamus.

Rapat koordnasi penanganan konflik gajah dengan manusia yang digelar di Mapolres Tanggamus, Kamis 2 Januari 2025 | Dok..Polres Tanggamus.

Prioritastv.com, Lampung – Konflik antara manusia dan satwa liar di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, menjadi perhatian serius. Kawanan gajah liar yang menyerang permukiman warga di Blok 3 Register 39 Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) telah menewaskan satu orang.

Untuk mengatasi hal itu, Forkopimda Tanggamus dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BB-TNBBS) mengambil langkah dengan mendatangkan tiga mahot (pawang gajah) dari Kabupaten Pesisir Barat.

Langkah ini disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kapolres Tanggamus, AKBP Rivanda bersama Forkopimda dan TNBBS di Mako Polres Tanggamus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, menjelaskan bahwa rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Forkopimda Tanggamus, TNBBS, dan masyarakat setempat.

“Hari ini telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Satwa Liar dengan Warga Masyarakat di Blok 3 dan Blok 4 Register 39 Kecamatan Bandar Negeri Semuong. Dalam rapat, disepakati bahwa gajah-gajah ini akan digiring masuk ke hutan TNBBS,” ujar Kombes Umi pada Kamis (2/1/2025).

Tim satgas mendatangkan tiga mahot untuk membantu proses pengiringan. Diharapkan, kehadiran para pawang ini dapat mempercepat evakuasi kawanan gajah liar kembali ke habitat alaminya.

Forkopimda Tanggamus meminta masyarakat di wilayah yang akan dilewati jalur evakuasi untuk bekerja sama dan tidak menghambat proses pengiringan.

“Seluruh stakeholder sepakat memberikan imbauan kepada masyarakat di area permukiman, terutama daerah yang dilalui jalur evakuasi, agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses pengiringan gajah liar,” tambah Umi.

Konflik ini telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian material. Warga berharap upaya ini dapat mengakhiri konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah tersebut.

Langkah strategis ini menunjukkan komitmen Forkopimda dan TNBBS dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian satwa liar dan keselamatan masyarakat. (Erwin)

Berita Terkait

DKPTPH Tanggamus Antisipasi Ancaman El Nino 2026, Perkuat Mitigasi Kekeringan Pertanian
Wisuda Kedua STIT Tanggamus, Almira Fauzi Dorong Lulusan Tingkatkan IPM Daerah
Bupati Pringsewu Dorong Kolaborasi PAUD Lewat Program Holistik Integratif
Kadis Perikanan Tanggamus Respons Keluhan Nelayan: BBM hingga Bantuan Alat Tangkap Segera Ditindaklanjuti
Ikan Sulit, BBM Susah Didapat, Nelayan Jaring Kota Agung Harap Perhatian Pemkab Tanggamus
Cek Isu Viral Bom Ikan, Polres Tanggamus Patroli Perairan Teluk Semaka
17 Pejabat Pemkab Pringsewu Dilantik, Ini Daftarnya
Disdukcapil Tanggamus Terus Tingkatkan Layanan, Urus Adminduk Kini Bisa via WhatsApp

Redaktur

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:08 WIB

DKPTPH Tanggamus Antisipasi Ancaman El Nino 2026, Perkuat Mitigasi Kekeringan Pertanian

Selasa, 28 April 2026 - 10:58 WIB

Wisuda Kedua STIT Tanggamus, Almira Fauzi Dorong Lulusan Tingkatkan IPM Daerah

Sabtu, 25 April 2026 - 17:48 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Kolaborasi PAUD Lewat Program Holistik Integratif

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

Kadis Perikanan Tanggamus Respons Keluhan Nelayan: BBM hingga Bantuan Alat Tangkap Segera Ditindaklanjuti

Sabtu, 25 April 2026 - 16:38 WIB

Ikan Sulit, BBM Susah Didapat, Nelayan Jaring Kota Agung Harap Perhatian Pemkab Tanggamus

Berita Terbaru