Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Kekhatuan Semaka menggelar acara Bulangekhan di Museum Kekhatuan Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus. Acara yang berlangsung meriah pada Rabu (26/2/2025) ini menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi budaya Lampung yang terus dijaga turun-temurun.
Acara Bulangekhan dihadiri oleh Bunyana dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus, Camat Bandar Negeri Semuong, serta perwakilan dari Kepaksian Padang Ratu, Kepaksian Benawang, Bandakh Badak, Bandakh Betung, Bandakh Belu, tokoh adat, tokoh agama, serta para kepala pekon se-Kecamatan Bandar Negeri Semuong.
Kegiatan Bulangekhan diawali dengan arak-arakan yang melibatkan pangeran yang akan menjalani prosesi Bulangekhan, diiringi oleh para undangan yang hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan prosesi Takhi Batin Semaka, yang merupakan bagian dari ritual adat dalam menyambut bulan suci Ramadhan, lalu ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Bunyana, yang mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Bulangekhan.
“Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai salah satu warisan budaya takbenda yang terus dilestarikan. Tradisi Bulangekhan yang diadakan setiap tahun menjelang Ramadhan merupakan salah satu kearifan lokal yang patut dijaga, khususnya di Bandar Negeri Semuong. Kami berharap kegiatan seni budaya Lampung seperti ini dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk semakin berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Sahlan, selaku pengurus Museum Kekhatuan, menjelaskan bahwa Bulangekhan merupakan bagian dari tradisi penyucian diri, baik secara fisik maupun spiritual, dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ia juga berharap agar pemerintah lebih peduli dalam menggali potensi budaya lokal, sehingga generasi muda dapat mengenal dan menjaga kearifan lokal yang ada.
“Bulangekhan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam membersihkan diri dan jiwa sebelum memasuki bulan penuh berkah. Kami berharap pemerintah semakin peduli terhadap budaya lokal dan terus mendukung pelestarian tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman,” tutur Sahlan.
Bulangekhan merupakan salah satu tradisi adat yang memiliki nilai luhur bagi masyarakat Lampung, khususnya di wilayah Kekhatuan Semaka.
Dengan adanya acara ini, diharapkan generasi muda semakin memahami dan mencintai budaya leluhur mereka, serta terus menjaga warisan yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Edi Hidayat)







