Prioritastv.com, Sumatera Selatan – Video berdurasi 36 detik yang memperlihatkan sepasang orang diduga melakukan tindakan tidak pantas di kawasan wisata Cuhup Pendahatan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, viral di media sosial.
Rekaman yang beredar luas tersebut memicu sorotan dan keprihatinan warganet. Sejumlah akun media sosial turut mengunggah ulang video tersebut hingga menarik perhatian banyak pengguna.
Dalam rekaman, pasangan tersebut terlihat berada di balik sebuah batu besar di sekitar kawasan air terjun Cuhup Pendahatan. Belum diketahui kapan tepatnya video tersebut direkam, namun beredarnya video kemudian memunculkan beragam komentar di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian warganet mengecam dugaan tindakan pasangan tersebut, sementara lainnya mengingatkan agar kawasan wisata tetap dijaga sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi pengunjung.
Salah seorang pengguna media sosial menuliskan komentar, “Ini akibat syahwat memuncak, rasa malu pun tak ada lagi.”
Komentar lainnya bernada menyindir perilaku pasangan dalam video. Ada pula warganet yang menyampaikan keprihatinan sekaligus mengingatkan agar kawasan wisata tidak dijadikan tempat melakukan tindakan yang melanggar norma.
Menanggapi video yang viral tersebut, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih meminta masyarakat tidak kembali menyebarluaskan rekaman tersebut. Menurutnya, penyebaran video dapat mempermalukan pihak yang bersangkutan maupun keluarganya.
“Saya miris melihatnya. Tetapi saya juga mengimbau kepada masyarakat, jangan sampai menyebar luas sekali lagi. Cukup,” kata Widia dikutip Rabu, 30 September 2026.
Menurut Widia, pemerintah daerah selama ini telah mendorong penguatan pendidikan karakter sejak usia dini melalui Dinas Pendidikan. Pembinaan tersebut dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
“Orang tua itu semakin sempit untuk melakukan pembinaan. Kita selaku pemerintah daerah selalu mengerahkan Dinas Pendidikan untuk menanamkan karakter sejak dulu, supaya terhindar dari, ya mohon maaf, asusila dan segala macam itu,” ujarnya.
Widia juga menyoroti dampak penyebaran rekaman terhadap keluarga apabila orang yang berada dalam video tersebut masih berstatus pelajar.
“Malunya juga orang tuanya. Anak kita tersebut mungkin masih sekolah, kita tidak tahu. Mungkin masih SMA,” katanya.
Terkait kemungkinan lokasi wisata tersebut ditutup, Widia mengatakan pemerintah perlu melihat terlebih dahulu kondisi pengawasan di kawasan tersebut. Menurutnya, penutupan bukan satu-satunya solusi karena terdapat masyarakat yang menggantungkan pekerjaan dan penghasilan dari aktivitas di lokasi wisata.
“Lemahnya pengawasan, diselidiki dulu. Tidak usah ditutup, pengawasan saja. Berapa titik, mungkin dilihat,” ujar Widia.
Ia menduga kondisi lokasi yang sepi serta minim pengawasan dapat menjadi salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya tindakan tersebut.
“Kalau ditutup, mungkin kita menghambat pekerjaan orang. Ada orang yang bekerja di situ, mendapatkan uang di situ,” katanya.
Karena itu, Widia meminta pemilik maupun pengelola kawasan wisata meningkatkan pengawasan, khususnya pada titik-titik yang gelap, sepi, atau tersembunyi.
“Saya sampaikan kepada pemilik, pengelola lah, pengelola supaya melakukan pengawasan di titik-titik yang gelap, titik-titik yang tersembunyi,” tegasnya.
Pemeran Dalam Video Berikan Klarifikasi
Di tengah ramainya video tersebut, pihak yang disebut berada dalam rekaman kemudian memberikan klarifikasi mengenai kejadian sebenarnya.
Sang pria inisial IH (30), warga Kecamatan Semende Darat Laut, bersama C (18), menyampaikan bahwa kejadian dalam video tidak seperti yang dituduhkan dalam berbagai komentar di media sosial. Klarifikasi tersebut disampaikan IH di hadapan tim media, Pemerintah Desa serta serta Ketua BPD di desa mereka, Senin (28/9/2026).
Menurut IH, saat kejadian dirinya bersama C memang berada di kawasan objek wisata Curup Pendahatan. Keduanya datang untuk menikmati suasana dan pemandangan di lokasi tersebut.
IH menjelaskan, ketika berada di lokasi, C mengeluhkan sakit pada bagian mata karena merasa ada sesuatu yang masuk ke matanya.
“Cinta meminta saya membantu karena matanya sakit. Saya kemudian meniup matanya dengan maksud membantu mengeluarkan sesuatu yang masuk ke matanya,” jelasnya.
IH mengaku terkejut setelah mengetahui aktivitas mereka direkam seseorang. Dalam rekaman tersebut, keduanya terlihat sedang duduk di atas batu besar di area Curup Pendahatan.
Menurut IH, orang yang merekam kemudian memperlihatkan potongan video tersebut kepada mereka. Keduanya pun mengaku terkejut karena tidak menyadari sedang direkam.
IH mengatakan, setelah itu video tersebut beredar di media sosial dengan narasi yang menurutnya mengarah pada tuduhan bahwa mereka melakukan perbuatan mesum.
Ia menegaskan, keberadaan mereka di balik batu besar tersebut bukan seperti yang dituduhkan dalam narasi yang beredar, melainkan dirinya sedang membantu C yang mengeluhkan matanya terkena sesuatu.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus memberikan penjelasan mengenai konteks video yang telah terlanjur menyebar di media sosial. (*)

Jumadi adalah Pemimpin Redaksi Media Prioritastv.com, Sertifikasi Wartawan Utama tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 14808-LSPR/WU/DP/XI/2025/20/12/68







