Tragedi di Pulau Legundi Pesawaran, Lansia Tewas Dikeroyok dan Jasadnya Diberi Pemberat Dibuang ke Laut Belum Ditemukan

- Jurnalis

Sabtu, 5 April 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto Aliyan semasa hidup dan tertangkap kamera warga saat jasadnya hendak dibuang serta surat pemberitahuan kepolisian | Dok. Istimewa.

Kolase foto Aliyan semasa hidup dan tertangkap kamera warga saat jasadnya hendak dibuang serta surat pemberitahuan kepolisian | Dok. Istimewa.

Prioritastv.com, Pesawaran, Lampung – Malam mencekam menyelimuti Dusun Siuncal, Desa Pulau Legundi, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran pada Sabtu 15 Maret 2025, malam.

Suasana tenang pedesaan berubah menjadi kelam setelah seorang pria lanjut usia, Aliyan (68), tewas secara tragis dalam peristiwa yang diduga sebagai aksi main hakim sendiri.

Lebih memilukan, jasadnya belum ditemukan hingga kini—diduga dibuang ke tengah laut setelah dimasukkan ke dalam karung dan diberi pemberat batu coran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah tragis ini berawal dari konflik yang sepele: bau kandang kambing. Perselisihan antara Aliyan dan keponakannya, Saparudin bin Sabtu (38), memanas setelah adu mulut berubah menjadi aksi kekerasan.

Menurut keterangan warga, istri Saparudin berteriak histeris bahwa suaminya hendak “digorok” oleh pamannya sendiri. Dalam kekacauan itu, Saparudin mengalami luka bacok di kepala dan tangan akibat sabetan senjata tajam.

Namun apa yang terjadi kemudian jauh di luar dugaan. Warga yang berdatangan dengan niat melerai justru terpicu emosi. Suasana berubah liar. Menurut beberapa saksi, Aliyan menjadi sasaran pengeroyokan brutal hingga meregang nyawa.

Yang membuat bulu kuduk merinding—jasadnya kemudian dibawa ke dermaga, dimasukkan ke dalam karung, diberi batu coran sebagai pemberat, lalu diangkut menggunakan dua perahu dan dibuang ke laut dalam gelapnya malam.

Insiden ini terungkap setelah Arina Binti Aliyan (40), warga setempat, melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Dalam laporannya, dua nama mencuat sebagai terlapor utama, yakni Saparudin bin Sabtu (38) dan Usup bin Haerudin (50). Keduanya merupakan warga desa yang sama dengan korban.

Surat Tanda Penerimaan Laporan oleh keluarga Aliyan telah diterbitkan, ditandatangani oleh Aiptu Slamet Puroyo SH, Kepala SPK “A” Sektor Padang Cermin.

Kapolsek Padang Cermin, AKP Agus Jatmiko, membenarkan laporan kejadian ini dan sudah memeriksa puluhan saksi.

“Sudah sekitar 35 orang kami periksa. Dugaan awal, korban membacok keponakannya terlebih dahulu, lalu warga bereaksi. Tapi yang jelas, peristiwa ini berubah jadi tindakan di luar kendali,” kata AKP Agus Jatmiko, Sabtu 5 April 2025.

Ia menambahkan bahwa pencarian jasad korban terkendala cuaca ekstrem. “Angin barat malam itu sangat kencang, kemungkinan besar jasad korban terseret ke laut lepas. Hingga hari ini, belum berhasil ditemukan,” ungkapnya.

Polisi kini terus menggali fakta dan mendalami siapa saja yang terlibat langsung dalam aksi tragis ini.

Kematian Aliyan bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarganya, tetapi juga mengguncang hati seluruh warga desa.

Ketegangan masih menyelimuti kampung kecil itu—seolah semua orang hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah dan ketakutan.

Tragedi ini menjadi potret kelam bagaimana emosi dan amarah sekejap bisa menghapus nyawa, dan menjadi peringatan bahwa keadilan tidak boleh dicari dengan tangan sendiri.

Sebab, ketika hukum dikalahkan oleh emosi, yang tersisa hanyalah duka dan penyesalan. (Erwin)

Berita Terkait

Bupati Pringsewu Dorong Kolaborasi PAUD Lewat Program Holistik Integratif
Kadis Perikanan Tanggamus Respons Keluhan Nelayan: BBM hingga Bantuan Alat Tangkap Segera Ditindaklanjuti
Ikan Sulit, BBM Susah Didapat, Nelayan Jaring Kota Agung Harap Perhatian Pemkab Tanggamus
Cek Isu Viral Bom Ikan, Polres Tanggamus Patroli Perairan Teluk Semaka
17 Pejabat Pemkab Pringsewu Dilantik, Ini Daftarnya
Disdukcapil Tanggamus Terus Tingkatkan Layanan, Urus Adminduk Kini Bisa via WhatsApp
Modus Izin ke Toilet Namun Curi Obat Nyamuk dan Susu di Alfamart Pringsewu, Pemuda Asal Tanggamus Diamuk Massa
Tanggamus Disiapkan Jadi Lokasi UPT BPOM Layani 3 Kabupaten, Pemkab Tawarkan Lahan Lebih Luas

Redaktur

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:48 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Kolaborasi PAUD Lewat Program Holistik Integratif

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

Kadis Perikanan Tanggamus Respons Keluhan Nelayan: BBM hingga Bantuan Alat Tangkap Segera Ditindaklanjuti

Sabtu, 25 April 2026 - 16:38 WIB

Ikan Sulit, BBM Susah Didapat, Nelayan Jaring Kota Agung Harap Perhatian Pemkab Tanggamus

Sabtu, 25 April 2026 - 16:06 WIB

Cek Isu Viral Bom Ikan, Polres Tanggamus Patroli Perairan Teluk Semaka

Sabtu, 25 April 2026 - 15:51 WIB

17 Pejabat Pemkab Pringsewu Dilantik, Ini Daftarnya

Berita Terbaru

Sekda Pringsewu, Andi Darmawan saat menandatangani berita acara Sertijab 17 pejabat setempat, Jumat 24 April 2026 | Samuel/Media Prioritastv.com.

News

17 Pejabat Pemkab Pringsewu Dilantik, Ini Daftarnya

Sabtu, 25 Apr 2026 - 15:51 WIB