Membanggakan, Anak Keluarga Sederhana di Tanggamus Alumni SMAN 1 Kota Agung Raih Gelar Dokter Unila

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 23:48

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dyah Cahya Prameswari saat foto bersama keluarganya usai wisuda kedokteran Unila |

Dyah Cahya Prameswari saat foto bersama keluarganya usai wisuda kedokteran Unila |

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kabar membanggakan datang dari Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus.

Dyah Cahya Prameswari, putri sulung dari pasangan sederhana, berhasil menyandang gelar Sarjana Kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).

Anak dari seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih impian menjadi seorang dokter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sabtu, 17 Mei 2025 menjadi hari penuh haru dan bahagia bagi keluarga Saimo, sang ayah, yang sehari-hari bertugas sebagai Pendamping SDM PKH Kabupaten Tanggamus.

Bersama sang istri yang membuka warung kecil di rumah, keduanya hadir langsung di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, menyaksikan Dyah diwisuda dalam prosesi akademik periode V tahun ajaran 2024-2025.

“Alhamdulillah, tahapan kuliah di Fakultas Kedokteran telah saya lalui dengan baik. Kini saya tinggal menunggu masa internship sebelum resmi mengantongi izin praktik,” ucap Dyah penuh rasa syukur.

Kesuksesan Dyah tentu bukan diraih dengan mudah. Sejak kecil, ia telah memupuk cita-cita menjadi tenaga kesehatan.

Ketertarikannya terhadap profesi dokter tumbuh dari semangat untuk menolong sesama. Dorongan tersebut semakin kuat ketika ia melihat sang ayah begitu berdedikasi dalam membantu masyarakat, meski hanya sebagai pendamping sosial.

“Ayah saya selalu turun ke lapangan kapan pun dibutuhkan. Kalau ada warga dampingannya sakit atau tertimpa musibah, beliau tak pernah menolak untuk datang dan membantu. Dari sana saya belajar arti pengabdian,” kisah Dyah.

Ketekunan Dyah di bangku sekolah pun membuahkan hasil. Saat masih bersekolah di SMAN 1 Kota Agung, ia berhasil meraih prestasi nasional sebagai Juara Lomba Sains Biologi.

Prestasi ini membukakan jalan bagi Dyah masuk ke Universitas Lampung melalui jalur SBMPTN dengan beasiswa Undangan Khusus, yang kemudian beralih menjadi penerima KIP-Kuliah.

“Awalnya sempat ragu, apalagi mengingat besarnya biaya kuliah kedokteran. Tapi setelah berdiskusi dengan orang tua, dan aktif mencari informasi beasiswa, saya makin yakin. Orang tua mendukung penuh, dan saya tahu harus berjuang lebih keras,” ujarnya.

Meski telah menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran, Dyah tetap rendah hati. Ia tak segan membantu orang tua saat pulang ke rumah, dan tidak malu dengan status keluarganya.

Justru, keterbatasan ekonomi membuatnya makin disiplin dan menghargai setiap proses.
Selama kuliah, Dyah dikenal tekun dan rajin belajar.

Ia terbiasa mengulang materi dan membaca buku referensi setiap hari, terutama dini hari menjelang salat subuh untuk mendapatkan ketenangan dan konsentrasi maksimal.

“Belajar di waktu sepi sangat membantu. Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana juga bisa jadi dokter,” tutur Dyah yang lulus dengan IPK 3,58.

Koas (co-assistant) sempat dijalaninya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung. Pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya sebagai calon dokter yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Dyah kini bersiap menjalani masa internship sebagai langkah akhir menuju profesi dokter yang sesungguhnya. Ia berharap ke depannya bisa mengabdi di daerah asalnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat Tanggamus.

“Saya ingin kembali ke tempat asal dan membantu masyarakat di sini. Saya tahu rasanya susah mendapat layanan kesehatan. Kalau bisa, saya ingin hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” tutup Dyah dengan senyum penuh harapan.

Saimo, ayah Dyah, tak kuasa menahan rasa syukurnya. Ia menyebut keberhasilan Dyah adalah anugerah terindah dalam hidupnya.

“Alhamdulillah, ini bukan hanya kebanggaan keluarga kami, tapi juga sumbangsih untuk Ibu Pertiwi. Saya dan istri sangat bersyukur. Kami tak pernah membayangkan bisa menyekolahkan anak hingga menjadi dokter,” ujar Saimo terharu.

Menurutnya, Dyah adalah sosok anak yang tak banyak menuntut. Ia selalu sadar akan kondisi ekonomi keluarga, dan berusaha mandiri dengan tetap menjaga prestasi akademiknya.

Kini, sang adik yang masih duduk di MTsN 1 Tanggamus, juga termotivasi untuk mengikuti jejak kakaknya. Kisah Dyah menjadi inspirasi tidak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi ribuan siswa dari latar belakang serupa di Tanggamus dan sekitarnya.

Kisah Dyah Cahya Prameswari menjadi contoh nyata bahwa mimpi besar bisa diraih siapa saja, termasuk dari desa kecil dengan latar belakang keluarga sederhana. Dengan tekad kuat, dukungan orang tua, dan semangat untuk terus belajar, keterbatasan bukanlah tembok penghalang. (Herdi)

Berita Terkait

Apresiasi Swadaya Bangun Jalan Pekon Sinar Jawa dan Datar Lebuay, Pemkab Tanggamus Beberkan Rencana Perbaikan 2027
Kapolres Tanggamus Jumat Keliling di Masjid Nurul Huda, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Manfaatkan Layanan Polisi 110
Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera
Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan
Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:29

Apresiasi Swadaya Bangun Jalan Pekon Sinar Jawa dan Datar Lebuay, Pemkab Tanggamus Beberkan Rencana Perbaikan 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:34

Kapolres Tanggamus Jumat Keliling di Masjid Nurul Huda, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Manfaatkan Layanan Polisi 110

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:36

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Berita Terbaru