Prioritastv.com, Pesawaran, Lampung – Insiden ambruknya atap depan atau ornamen bangunan Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran terjadi pada Jumat (23/5) sekitar pukul 13.00 WIB, mengakibatkan seorang anggota Satpol PP mengalami luka ringan.
Catur, anggota Satpol PP yang berada di lokasi kejadian, menceritakan momen menegangkan saat atap bangunan tiba-tiba roboh.
Dalam kondisi luka lecet di tangan kanan dan jidat, ia mengisahkan detik-detik runtuhnya ornamen tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya teman saya, Danu dan Agus, mendengar suara gradak-gruduk dari sisi kiri gedung. Bagian kiri itu duluan yang rontok, baru kemudian bagian depan dan kanan menyusul,” ujar Catur saat diwawancarai.
Tidak menyangka bagian kiri akan roboh, Catur mengaku sempat berlari ke arah depan dari posisi tengah. Namun nahas, atap sudah mulai runtuh dan puing-puing mengenai bagian kepalanya.
“Saya enggak tau yang kiri bakal roboh, jadi saya lari ke depan. Enggak taunya udah mulai roboh, saya kena puing-puing di jidat,” tuturnya.
Ia menambahkan, setelah terkena serpihan bangunan, dirinya langsung menunduk untuk melindungi kepala, lalu segera masuk ke dalam gedung.
“Cepat banget kejadiannya, singkat bener robohnya,” ucapnya.
Catur juga menegaskan bahwa saat kejadian tidak ada angin besar yang menerpa area gedung. “Anginnya biasa aja, enggak ada terpaan besar, cuma angin landai,” jelasnya.
Menjelang runtuhnya atap, Catur sempat melarang rekan-rekannya untuk keluar gedung ketika suara gemuruh terdengar.
Ironisnya, justru ia sendiri yang akhirnya tertimpa reruntuhan.
Pihak berwenang telah melakukan evakuasi dan akan menyelidiki penyebab runtuhnya ornamen bangunan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD maupun instansi terkait mengenai kondisi struktur bangunan. (Davit)









