Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) memastikan kesiapan infrastruktur irigasi di Provinsi Lampung dalam menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juni hingga Agustus 2025 mendatang.
Direktur Irigasi Pertanian Kementan, Dhani Gartina, mengatakan sejumlah fasilitas seperti irigasi teknis, pompanisasi, irigasi perpompaan (Irpom), dan irigasi perpipaan (Irip) di wilayah sentra padi Lampung telah beroperasi baik.
Untuk infrastruktur yang belum optimal, saat ini sedang dilakukan proses perbaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perbaikan pintu-pintu air dan normalisasi saluran irigasi terus kami lakukan bersama BBWS dan pihak terkait. Ini penting agar petani tetap bisa menanam di tengah kemarau panjang,” ujar Dhani saat meninjau irigasi di Pekon Srikaton, Semaka, Kabupaten Tanggamus, Kamis 22 Mei 2025.
Upaya ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, di mana Kementerian PUPR melalui BBWS akan menangani kontraktual dan swakelola lahan seluas 69.061 hektare.
Saat ini, musim tanam pertama (MT 1) di Lampung telah mencapai 85.997 hektare, terdiri dari padi sawah 72.113 hektare dan padi ladang 13.884 hektare.
“InsyaAllah tercapai targetnya. Beberapa kegiatan perbaikan sudah dan sedang dilaksanakan. Kami juga melengkapi dokumen teknis agar usulan dapat segera direalisasikan di lapangan,” tambah Dhani.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa ketersediaan air adalah kunci dalam meningkatkan indeks pertanaman (IP), sehingga Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan bahkan menuju swasembada nasional. (Herdi)









