Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Masyarakat pesisir Teluk Semaka bersiap menggelar tradisi tahunan Larungan dan Syukuran Laut yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 25–27 Juni 2025 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Tradisi larungan ini merupakan wujud rasa syukur nelayan atas hasil laut yang melimpah, sekaligus bentuk harapan keselamatan dan keberkahan selama melaut.
Kegiatan ini akan dirangkai dengan berbagai pertunjukan budaya, layanan sosial, serta pameran UMKM berbasis hasil olahan ikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rundown kegiatan diantaranya :
Rabu, 25 Juni 2025
• 13.00 WIB: Pembukaan acara secara resmi
• 13.30 WIB: Penampilan budaya Debus dan Pencak Silat Siliwangi
• 13.30 WIB: Pemeriksaan kesehatan gratis (gula darah, kolesterol, asam urat)
• 13.30 WIB: Service motor “Serba 10 Ribu” dari Honda
• 13.30 WIB: Promosi produk Djarum dan kuis berhadiah
• 13.30 WIB: Pameran UMKM olahan hasil laut
Kamis, 26 Juni 2025
• 08.00 WIB: UMKM produk olahan ikan
• 09.00 WIB: Layanan kesehatan gratis dan service motor
• 09.00 WIB: Kuis dan pemasaran produk
• 13.00 WIB: Pentas seni budaya Kuda Kepang
• 19.00 WIB: Doa bersama dan Istiqosah
Jumat, 27 Juni 2025
• 07.00 WIB: Arak-arakan kerbau dan “pengantin laut” dari kebun kelapa menuju TPI
• 08.00 WIB: Penyembelihan kerbau dan prosesi Larungan ke laut
• 09.00 WIB: Khitanan massal bagi 35 anak
• 09.00 WIB: Penyerahan santunan kepada 100 anak yatim dan piatu
• 10.00 WIB: Lomba rias kapal nelayan
Kegiatan lainnya akan terus dilanjutkan mengikuti agenda UMKM, pelayanan sosial, serta berbagai hiburan dan edukasi masyarakat.
Larungan adalah ritual khas masyarakat pesisir yang menjadi simbol pembuangan sial dan wujud syukur kepada Tuhan atas rezeki dari laut. Prosesi ini dilakukan dengan melepaskan persembahan ke laut, seperti kepala kerbau, hasil bumi, dan simbol-simbol adat lainnya.
Ketua panitia kegiatan Ruatan Laut Teluk Semaka, Rohani Sanusi, menyampaikan bahwa rangkaian acara tahun ini diisi dengan agenda religius dan sosial sebagai bentuk syukur masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Kota Agung.
“Kegiatan ruatan ini dimulai dengan doa bersama pada Kamis malam Jumat, dilanjutkan dengan pemotongan kerbau sebagai simbol tolak bala, serta pemberian santunan kepada 69 anak yatim, 31 janda jompo, dan pelaksanaan sunatan massal untuk 42 anak,” ujar Rohani Sanusi.
Ia menjelaskan, seluruh kegiatan terlaksana berkat kekompakan dan partisipasi aktif masyarakat nelayan dan pedagang ikan yang secara sukarela memberikan sumbangan.
“Alhamdulillah, semua dana berasal murni dari sumbangan para nelayan dan pedagang ikan. Untuk kegiatan sunatan massal, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus,” tambahnya.
Rohani juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang terus dipertahankan sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat pesisir Kota Agung.
“Ini adalah tradisi turun-temurun yang kami laksanakan setiap tahun, sebagai bentuk doa dan harapan agar seluruh nelayan diberi keselamatan, rezeki yang melimpah, serta keberkahan dalam setiap pelayaran,” tutupnya. (Herdi)







