Dana Rp2,8 Miliar, Revitalisasi Batu Bedil Tanggamus Dinilai Jauh dari Ekspektasi Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:14

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi gerbang utama Cagar Budaya Batu Bedil di Pekon Gunung Meraksa, Pulau Panggung, Tanggamus, Sabtu 10 Januari 2025.

Kondisi gerbang utama Cagar Budaya Batu Bedil di Pekon Gunung Meraksa, Pulau Panggung, Tanggamus, Sabtu 10 Januari 2025.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Proyek revitalisasi Cagar Budaya Batu Bedil yang berlokasi di Pekon Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, menuai sorotan dari masyarakat setempat.

Proyek yang dikerjakan oleh Balai Besar Cagar Budaya Wilayah V Bengkulu tersebut tercantum memiliki pagu anggaran sebesar Rp2,8 miliar, sebagaimana tertera pada papan informasi kegiatan di lokasi.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, realisasi pekerjaan dinilai belum sebanding dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah pekerjaan yang terlihat antara lain pembangunan gerbang situs, pembuatan lahan parkir, pembangunan jalan trek di kawasan cagar budaya, renovasi kantor berukuran kurang lebih 8 x 12 meter, perbaikan atap bangunan pelindung batu prasasti, serta pembangunan fasilitas toilet.

Hingga saat ini, belum tampak adanya pembangunan fasilitas edukatif berskala besar yang dapat menunjang fungsi pelestarian maupun pengembangan wisata sejarah secara maksimal.

Sorotan juga datang dari unsur pemerintahan pekon. Kepala Pekon Batu Bedil, Sahdin Al Mahatta, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut. Ia menyebut tidak adanya koordinasi dari pihak kontraktor maupun dari Balai Besar Cagar Budaya kepada pemerintah pekon.

“Saya memang sempat datang ke lokasi proyek, tapi tidak pernah bertemu dengan pihak kontraktor atau dari balai besar. Saya hanya bertemu dan disambut oleh petugas pengelola situs yang ada di lingkungan tersebut,” kata Sahdin, Sabtu 10 Januari 2025.

Terkait besaran anggaran, Sahdin mengungkapkan dirinya tidak pernah menerima informasi resmi mengenai nilai pagu proyek. Menurutnya, angka Rp2,8 miliar tersebut hanya ia ketahui dari keterangan pengelola situs, bukan dari papan informasi proyek ataupun penjelasan tertulis pelaksana kegiatan.

“Soal anggaran Rp2,8 miliar itu, saya tahunya juga hanya dari pengelola situs. Saya sendiri tidak tahu plang anggaran itu dipasang di mana,” tambahnya.

Sementara itu, warga Pekon Batu Bedil turut menyampaikan penilaian kritis. Arianto, warga Kecamatan Talang Padang yang berasal dari Pekon Batu Bedil, menilai realisasi pembangunan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.

“Kalau melihat di lapangan, revitalisasi ini hanya menyentuh pintu gerbang, pagar situs batu tulis, renovasi kantor kecil, trek jalan di dalam situs, dan toilet. Dengan anggaran Rp2,8 miliar, hasilnya jauh dari kata wajar,” kata Arianto.

Warga juga membandingkan anggaran revitalisasi Cagar Budaya Batu Bedil dengan proyek pembangunan sekolah.

Berdasarkan perbandingan yang mereka ketahui, pembangunan enam ruang kelas lengkap dengan satu gedung UKS rata-rata menelan anggaran sekitar Rp800 juta.

Artinya, nilai revitalisasi Cagar Budaya Batu Bedil setara dengan pembangunan kurang lebih tiga sekolah berskala besar, sehingga memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan peruntukan anggaran.

Atas kondisi tersebut, sebagian masyarakat menilai proyek ini patut dipertanyakan dari sisi perencanaan dan output. Bahkan, berkembang dugaan di tengah warga bahwa kegiatan tersebut terkesan sebagai proyek berskala kecil dengan anggaran besar yang dilaksanakan menjelang akhir tahun anggaran.

Meski demikian, masyarakat berharap Balai Besar Cagar Budaya Wilayah V Bengkulu dapat memberikan penjelasan terbuka terkait rincian pekerjaan, tahapan revitalisasi, serta penggunaan anggaran secara detail agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai Besar Cagar Budaya Wilayah V Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan dan penilaian warga tersebut. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik. (Asrul)

Berita Terkait

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak
Sosok Rohadi Alcantara, Konten Kreator Asal Cukuh Balak Tanggamus yang Dikabarkan Diamankan Polisi
Polres Pringsewu Gandeng RSUD, Buka Peluang Kerja melalui Rekrutmen Satpam
Konten Kreator Rohadi Alcantara Dikabarkan Diciduk Polres Tanggamus Lampung
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:33

TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:58

Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:28

Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22

Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak

Berita Terbaru