Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Proyek revitalisasi Cagar Budaya Batu Bedil yang berlokasi di Pekon Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, menuai sorotan dari masyarakat setempat.
Proyek yang dikerjakan oleh Balai Besar Cagar Budaya Wilayah V Bengkulu tersebut tercantum memiliki pagu anggaran sebesar Rp2,8 miliar, sebagaimana tertera pada papan informasi kegiatan di lokasi.
Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, realisasi pekerjaan dinilai belum sebanding dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pekerjaan yang terlihat antara lain pembangunan gerbang situs, pembuatan lahan parkir, pembangunan jalan trek di kawasan cagar budaya, renovasi kantor berukuran kurang lebih 8 x 12 meter, perbaikan atap bangunan pelindung batu prasasti, serta pembangunan fasilitas toilet.
Hingga saat ini, belum tampak adanya pembangunan fasilitas edukatif berskala besar yang dapat menunjang fungsi pelestarian maupun pengembangan wisata sejarah secara maksimal.
Sorotan juga datang dari unsur pemerintahan pekon. Kepala Pekon Batu Bedil, Sahdin Al Mahatta, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut. Ia menyebut tidak adanya koordinasi dari pihak kontraktor maupun dari Balai Besar Cagar Budaya kepada pemerintah pekon.
“Saya memang sempat datang ke lokasi proyek, tapi tidak pernah bertemu dengan pihak kontraktor atau dari balai besar. Saya hanya bertemu dan disambut oleh petugas pengelola situs yang ada di lingkungan tersebut,” kata Sahdin, Sabtu 10 Januari 2025.
Terkait besaran anggaran, Sahdin mengungkapkan dirinya tidak pernah menerima informasi resmi mengenai nilai pagu proyek. Menurutnya, angka Rp2,8 miliar tersebut hanya ia ketahui dari keterangan pengelola situs, bukan dari papan informasi proyek ataupun penjelasan tertulis pelaksana kegiatan.
“Soal anggaran Rp2,8 miliar itu, saya tahunya juga hanya dari pengelola situs. Saya sendiri tidak tahu plang anggaran itu dipasang di mana,” tambahnya.
Sementara itu, warga Pekon Batu Bedil turut menyampaikan penilaian kritis. Arianto, warga Kecamatan Talang Padang yang berasal dari Pekon Batu Bedil, menilai realisasi pembangunan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.
“Kalau melihat di lapangan, revitalisasi ini hanya menyentuh pintu gerbang, pagar situs batu tulis, renovasi kantor kecil, trek jalan di dalam situs, dan toilet. Dengan anggaran Rp2,8 miliar, hasilnya jauh dari kata wajar,” kata Arianto.
Warga juga membandingkan anggaran revitalisasi Cagar Budaya Batu Bedil dengan proyek pembangunan sekolah.
Berdasarkan perbandingan yang mereka ketahui, pembangunan enam ruang kelas lengkap dengan satu gedung UKS rata-rata menelan anggaran sekitar Rp800 juta.
Artinya, nilai revitalisasi Cagar Budaya Batu Bedil setara dengan pembangunan kurang lebih tiga sekolah berskala besar, sehingga memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan peruntukan anggaran.
Atas kondisi tersebut, sebagian masyarakat menilai proyek ini patut dipertanyakan dari sisi perencanaan dan output. Bahkan, berkembang dugaan di tengah warga bahwa kegiatan tersebut terkesan sebagai proyek berskala kecil dengan anggaran besar yang dilaksanakan menjelang akhir tahun anggaran.
Meski demikian, masyarakat berharap Balai Besar Cagar Budaya Wilayah V Bengkulu dapat memberikan penjelasan terbuka terkait rincian pekerjaan, tahapan revitalisasi, serta penggunaan anggaran secara detail agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai Besar Cagar Budaya Wilayah V Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan dan penilaian warga tersebut. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik. (Asrul)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







