Polisi Sebut Pemeriksaan Saksi Tragedi Way Lalaan Tanggamus Masih Berjalan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi saat melakukan olah TKP tenggelamnya dua korban di aliran Way Lalaan yang sudah digali sedalam 2 meter, Kamis 1 Januari 2025.

Polisi saat melakukan olah TKP tenggelamnya dua korban di aliran Way Lalaan yang sudah digali sedalam 2 meter, Kamis 1 Januari 2025.

Prioritastv.com, Lampung – Kepolisian Resor Tanggamus memastikan penanganan insiden meninggalnya dua anak di kawasan wisata Air Terjun Way Lalaan masih terus berjalan. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna mendalami peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus, AKP Khairul Yasin Ariga, mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan perkembangan lebih lanjut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Masih pemeriksaan saksi-saksi. Nanti perkembangan lebih lanjut akan kami kabarkan kembali. Prosesnya masih berjalan,” kata AKP Khairul, Minggu 11 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, insiden tenggelamnya dua anak di kawasan wisata Air Terjun Way Lalaan menyita perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan dari sejumlah pihak, termasuk kalangan praktisi hukum.

Praktisi hukum Muhammad Ali menilai insiden tersebut berpotensi merupakan tindak pidana akibat kelalaian dalam pengelolaan objek wisata.

Menurutnya, ketika suatu destinasi wisata dibuka untuk umum dan pengunjung dikenakan tiket masuk, maka tanggung jawab hukum atas keselamatan pengunjung sepenuhnya melekat pada pengelola serta pemerintah daerah.

Ali juga menegaskan bahwa proses hukum tetap dapat berjalan meskipun keluarga korban tidak membuat laporan resmi. Ia menyebut peristiwa tersebut merupakan delik biasa yang menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk ditangani demi keadilan bagi korban serta sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Adi Leksono, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya kedua anak tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini harus ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum melalui penyelidikan dan investigasi yang menyeluruh. Jika dalam proses tersebut ditemukan adanya unsur kelalaian, maka pihak pengelola wisata wajib dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya kedua ananda. Peristiwa ini harus ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum. Jika terbukti ada kelalaian, maka pihak yang memiliki atau bertanggung jawab atas pengelolaan tempat wisata wajib dimintai pertanggungjawaban,” kata Aris kepada Media Prioritastv.com, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Aris, tragedi tersebut harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola tempat wisata, khususnya yang menjadi destinasi keluarga dan anak-anak. Ia menekankan pentingnya penerapan sistem perlindungan anak (child safeguarding), termasuk penyediaan sarana keselamatan, rambu peringatan, serta pengawasan yang memadai.

KPAI juga mendorong agar selama proses penyelidikan kepolisian berlangsung, lokasi wisata ditutup sementara untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana yang berpotensi membahayakan anak dapat dievaluasi dan diperbaiki.

Selain itu, orang tua diimbau agar lebih selektif memilih destinasi wisata serta melakukan pengawasan maksimal terhadap anak selama berwisata. (*)

Berita Terkait

Viral Pemuda Bawa R15 Meninggal Kecelakaan di Banjar Negeri Tanggamus, Sempat Dicari Identitasnya Melalui Media Sosial
Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah Sebabkan Satu Warga Meninggal Dunia, Ratusan Warga Terdampak
Calon Pengantin Pria Tersengat Listrik Sehari Sebelum Akad, Sang Adik Gantikan Naik Pelaminan
Kelaparan di Persembunyian, Pelaku Curanmor di Lampung Barat Ditangkap Setelah Kabur Hampir 24 Jam
Tinggal Sendiri, Pria 50 Tahun Tewas Terpanggang Saat Rumahnya Terbakar di Way Kanan
Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Bangunan Rusak di Palolo hingga Pasien RS Dievakuasi
Ki Bollywood Isi Safari Dakwah Sambut 1448 Hijriah, Ketua TP-PKK Tanggamus Ajak Jaga Lisan, Pendengaran dan Pandangan
Pemkab Pringsewu Gelar Muhasabah, Dzikir dan Doa Bersama Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:38 WIB

Viral Pemuda Bawa R15 Meninggal Kecelakaan di Banjar Negeri Tanggamus, Sempat Dicari Identitasnya Melalui Media Sosial

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:56 WIB

Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah Sebabkan Satu Warga Meninggal Dunia, Ratusan Warga Terdampak

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:58 WIB

Calon Pengantin Pria Tersengat Listrik Sehari Sebelum Akad, Sang Adik Gantikan Naik Pelaminan

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:50 WIB

Kelaparan di Persembunyian, Pelaku Curanmor di Lampung Barat Ditangkap Setelah Kabur Hampir 24 Jam

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:37 WIB

Tinggal Sendiri, Pria 50 Tahun Tewas Terpanggang Saat Rumahnya Terbakar di Way Kanan

Berita Terbaru