Pemimpin Dekat dengan Warga, Kepala Desa Suruh Sidoarjo Suwono ‘Jojon’ Pilih Banyak Bekerja daripada Banyak Bicara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:04

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Suruh, Sidoarjo, Jawa Timur, Suwono alias Jojon saat panen padi secara manual dan menggunakan mesin combine harvester | Dekki/Media Prioritastv.com.

Kades Suruh, Sidoarjo, Jawa Timur, Suwono alias Jojon saat panen padi secara manual dan menggunakan mesin combine harvester | Dekki/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Jawa Timur – Sejak dilantik pada 26 Juli 2022, lalu. Gaya kepemimpinan Kepala Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Suwono, yang akrab disapa Jojon, mendapat perhatian sekaligus apresiasi dari masyarakat. Alih-alih lebih banyak bekerja dari balik meja, ia dikenal sering turun langsung ke lapangan untuk melihat berbagai persoalan yang dihadapi warganya.

Bagi Suwono, memimpin desa bukan sekadar menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga memastikan setiap persoalan masyarakat dapat diketahui dan ditangani dengan cepat.

“Kalau menunggu laporan masuk, kadang masalahnya sudah telanjur besar. Karena itu saya lebih memilih turun langsung melihat kondisi di lapangan,” kata Suwono saat berdialog dengan awak media Prioritastv.com Jawa Timur, Rabu 5 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap hari, Suwono memulai aktivitas dengan mengikuti apel di kantor desa sebelum berkeliling ke sejumlah wilayah untuk menyapa warga dan memantau berbagai kegiatan. Pada siang hari, ia juga kerap mengunjungi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Suruh sambil berdialog dengan pelaku usaha dan masyarakat di warung-warung sekitar.

 

Malam harinya, ia masih menyempatkan diri berkeliling, bahkan sesekali mendatangi area persawahan untuk memastikan kondisi irigasi serta mendengar langsung keluhan para petani.
Penampilannya pun terbilang sederhana. Ia lebih sering mengenakan pakaian kasual tanpa pengawalan khusus. Menurutnya, cara tersebut membuat masyarakat lebih leluasa menyampaikan aspirasi.

Tak hanya memantau, Suwono juga dikenal ringan tangan dalam berbagai kegiatan gotong royong. Ia beberapa kali terlihat ikut membersihkan saluran air, membantu panen padi, memotong kayu, hingga mengantar warga yang sakit ke fasilitas kesehatan.

Menurut Suwono, warung kopi dan pematang sawah justru menjadi tempat yang paling efektif untuk berdialog dengan masyarakat.

“Di warung atau di sawah warga biasanya lebih terbuka. Dari situ saya bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka,” katanya.

Dari berbagai diskusi tersebut, sejumlah persoalan di desa dapat segera ditindaklanjuti, mulai dari perbaikan saluran irigasi, penanganan pompa air, hingga pengusulan pembangunan infrastruktur kepada pemerintah kabupaten.

Sejumlah warga menilai, sejak dipimpin Suwono, pembangunan di Desa Suruh terus menunjukkan kemajuan. Perbaikan jalan lingkungan dan saluran irigasi dinilai lebih cepat dilakukan, sementara pelaku UMKM merasa lebih diperhatikan karena pemerintah desa aktif mendampingi serta mempromosikan produk lokal. Kedekatan antara pemerintah desa dan masyarakat juga semakin erat karena kepala desa lebih sering berinteraksi langsung dengan warga dibanding hanya menunggu mereka datang ke kantor desa.

Bagi Suwono, jabatan kepala desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jabatan itu amanah. Jangan menunggu diundang baru bekerja. Justru kita yang harus mencari tahu persoalan masyarakat dan berusaha mencarikan solusinya,” tuturnya.

Suwono berharap budaya turun langsung ke lapangan dan membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat dapat terus menjadi bagian dari pelayanan publik di Desa Suruh. Menurutnya, pembangunan desa akan berjalan lebih efektif apabila pemerintah memahami secara langsung kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Selama saya masih diberi amanah, saya ingin terus berada di tengah masyarakat. Karena pemimpin yang baik bukan hanya didengar, tetapi juga hadir dan bekerja bersama warganya,” pungkasnya.

Apa yang dilakukan Suwono pun diakui masyarakat. Salah seorang warga Desa Suruh, Rahmat Bento, menilai Suwono tetap mempertahankan kesederhanaan dan kepeduliannya kepada masyarakat meski telah menjabat sebagai Kepala Desa Suruh periode 2022–2028.

“Pak Kades Suwono adalah pribadi yang sederhana. Dari sebelum menjadi kepala desa hingga sekarang, beliau tidak berubah. Beliau selalu mendata dan memperhatikan kondisi warga serta lingkungan sekitar. Kalau ada persoalan atau kejanggalan, beliau tidak segan turun tangan langsung untuk membantu mengatasinya,” tegasnya. (Dekki)

Berita Terkait

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak
Sosok Rohadi Alcantara, Konten Kreator Asal Cukuh Balak Tanggamus yang Dikabarkan Diamankan Polisi
Polres Pringsewu Gandeng RSUD, Buka Peluang Kerja melalui Rekrutmen Satpam
Konten Kreator Rohadi Alcantara Dikabarkan Diciduk Polres Tanggamus Lampung
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:33

TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:58

Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:28

Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22

Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak

Berita Terbaru