Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Sinar matahari pagi menyapa lembut hamparan pasir di Pantai Muara Indah, Kota Agung, Rabu 26 Februari 2025.
Namun, di balik keindahannya, bertumpuk sampah plastik, ranting kayu, hingga limbah rumah tangga yang terbawa arus laut menjadi pemandangan yang mengusik.
Tak ingin tinggal diam, lebih dari 400 peserta berkumpul dengan semangat membara mendukung komitmen Bupati Tanggamus dalam Hari Peduli Sampah 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka datang dari berbagai latar belakang—pemerintah daerah, komunitas, organisasi pemuda, hingga warga sekitar—untuk satu tujuan: membersihkan pantai dan menjaga kelestarian lingkungan.
Di tengah kesibukan peserta yang sibuk memunguti sampah dengan sarung tangan dan kantong plastik, Rizci Oktoberi, Ketua Millennial Society Aspiration (MSA) sekaligus Ketua Pelaksana Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tanggamus, berbagi pandangannya kepada Prioritastv.com.
“Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih pantai, tapi langkah awal pergerakan bersama. Kami ingin membangun kesadaran dari komunitas, masyarakat, hingga instansi pemerintahan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya penuh semangat.
Menurut Rizci, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Tanggamus bukan hanya simbolis, tetapi sebagai pemicu gerakan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi falsafah “Begawi Jejama”, sebuah jargon khas Tanggamus yang berarti bekerja bersama-sama.
“Kalau kita tarik ke belakang, MSA punya tagline Society Aspiration Tanggamus. Jika kita gabungkan, intinya adalah kita ini Tanggamus, kita harus bekerja sama, dan Tanggamus harus bersih!” tegasnya.
Ditambahkannya, MSA ingin kegiatan seperti ini bukan hanya setahun sekali, tapi menjadi budaya.
“Kalau semua masyarakat sadar dan peduli, Tanggamus akan lebih indah dan lestari,” pungkas Rizci Oktoberi.
Di sela aksi bersih pantai, peserta saling berbagi cerita. Dian (25), seorang mahasiswa yang aktif di komunitas lingkungan, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ini dan merasa terinspirasi.
“Saya tidak menyangka sampah di pantai sebanyak ini. Ini membuka mata saya bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah, tapi tugas kita semua,” ucapnya sambil memasukkan botol plastik ke kantong sampahnya.
Sementara itu, Sumarni (47), warga sekitar yang ikut serta, mengungkapkan harapannya agar masyarakat lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau pantai bersih, wisatawan juga senang datang. Ini kan rezeki buat warga sekitar juga,” ujarnya.
Kegiatan bersih pantai ini berakhir menjelang siang dengan puluhan kantong sampah yang berhasil dikumpulkan. Namun, bagi para peserta, ini bukanlah akhir. Mereka berharap aksi ini menjadi awal perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang terus tumbuh, harapan akan Tanggamus yang lebih bersih dan hijau bukan lagi sekadar impian, tetapi sesuatu yang bisa diwujudkan bersama. (Herdi)







