Seorang Petani di Cukuh Balak Tanggamus Meninggal Dunia Usai Dipatuk Ular Berbisa

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025 - 00:09

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat berada di Puskesmas Cukuh Balak, Tanggamus, Minggu 18 Mei 2025 | Dok. Humas Polres Tanggamus.

Korban saat berada di Puskesmas Cukuh Balak, Tanggamus, Minggu 18 Mei 2025 | Dok. Humas Polres Tanggamus.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Duka menyelimuti keluarga seorang petani asal Pekon Pekondoh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus. Pria bernama Sanwari (48) meninggal dunia setelah diduga dipatuk ular berbisa saat bekerja di kebun miliknya, Minggu sore, 18 Mei 2025.

Kapolsek Cukuh Balak Polres Tanggamus, Ipda Wahyu Fajar Dinata, mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan tidak sadarkan diri setelah sebelumnya mengeluh sakit di kaki kanan.

“Peristiwa ini terjadi saat korban sedang menebas rumput di kebun sekitar pukul 14.30 WIB. Korban sempat memanggil istrinya dan mengatakan kakinya terasa digigit, namun tidak sempat melihat hewan apa yang menggigitnya,” jelas Kapolsek, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan saksi, tak lama setelah menyampaikan keluhannya, korban mengalami kejang dan mulutnya berbusa, lalu terjatuh tak sadarkan diri. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkannya ke pihak kepolisian.

Personel Polsek Cukuh Balak yang menerima laporan segera menuju lokasi bersama tim Tagana dan masyarakat untuk mengevakuasi korban ke Puskesmas Putih Doh. Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

“Hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka mencurigakan, hanya ditemukan dugaan bekas gigitan pada jari manis kaki kanan. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat gigitan ular berbisa,” ujar Kapolsek.

Polisi juga telah melakukan serangkaian langkah penanganan seperti olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, dan pendampingan kepada keluarga korban.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pekon setempat.

Ipda Wahyu juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area perkebunan dan hutan yang rawan terhadap serangan hewan berbisa.

“Jika mengalami gigitan hewan tak dikenal, segeralah mencari pertolongan medis. Kesigapan bisa menyelamatkan nyawa,” pungkasnya. (Herdi)

Berita Terkait

Apresiasi Swadaya Bangun Jalan Pekon Sinar Jawa dan Datar Lebuay, Pemkab Tanggamus Beberkan Rencana Perbaikan 2027
Kapolres Tanggamus Jumat Keliling di Masjid Nurul Huda, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Manfaatkan Layanan Polisi 110
Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera
Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan
Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:29

Apresiasi Swadaya Bangun Jalan Pekon Sinar Jawa dan Datar Lebuay, Pemkab Tanggamus Beberkan Rencana Perbaikan 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:34

Kapolres Tanggamus Jumat Keliling di Masjid Nurul Huda, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Manfaatkan Layanan Polisi 110

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:36

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Berita Terbaru