Prioritastv.com, Pesawaran, Lampung – Ambruknya atap Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran menuai sorotan tajam dari masyarakat, termasuk dari salah satu tokoh pendiri kabupaten tersebut, Mualim Taher.
Pasalnya, bangunan DPRD yang seharusnya menjadi simbol wibawa legislatif daerah itu diduga tidak pernah mendapat perawatan ataupun rehabilitasi sejak pertama kali dibangun hampir satu dekade lalu.
Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 32 detik yang kini viral di WhatsApp dan media sosial, Mualim dengan lantang menyuarakan kekecewaannya terhadap kondisi bangunan yang dibangun sejak tahun 2015 itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sepuluh tahun tidak pernah direhab, ini hancur,” ujar Mualim dalam video tersebut, yang memperlihatkan kondisi atap yang rusak parah.
Dalam video yang sama, terlihat Sekretaris DPRD Pesawaran, Toto Sumedi, berusaha menenangkan Mualim dengan merangkulnya agar tidak terus menyampaikan kritik secara terbuka.
Namun, Mualim tetap melanjutkan protesnya dengan menyebut besarnya anggaran daerah yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi fasilitas pemerintahan.
“APBD kita Rp1,3 triliun, masa kantor seperti ini tidak direhab sepuluh tahun. Ingat, rakyat Pesawaran besok PSU, satu hari lagi. Hancur dan menderita rakyat Pesawaran. Anggaran pembangunan Rp800 miliar, masak ngerehab ini nggak bisa?” tegasnya.
Pernyataan ini menyoroti kekecewaan atas prioritas penggunaan anggaran yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan mendasar, seperti pemeliharaan infrastruktur pemerintahan.
Peristiwa ini terjadi menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Pesawaran, yang dijadwalkan berlangsung esok hari.
Mualim menyampaikan bahwa rakyat Pesawaran sedang menderita, dan kondisi seperti ini menjadi cerminan dari lemahnya kepemimpinan serta pengelolaan anggaran daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Pesawaran terkait insiden ambruknya atap dan kritik tajam dari Mualim Taher. (Davit)









