Prioritastv.com, Pesawaran, Lampung – Perwakilan DPRD Kabupaten Pesawaran akhirnya angkat bicara terkait insiden runtuhnya ornamen bangunan gedung dewan yang terjadi pada Jumat siang (23/5/2025).
Wakil Ketua II DPRD Pesawaran, Aria Guna, memastikan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada pemerintah daerah dan instansi terkait guna penanganan lebih lanjut.
“Secara kelembagaan, kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak pemerintah agar segera melakukan pembersihan dan pemulihan. Kami juga sedang berkoordinasi dengan Sekretaris Dewan untuk menentukan lokasi kerja sementara,” ujar Aria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa tidak ada kerusakan berarti pada ruang kerja utama, namun prioritas utama saat ini adalah keselamatan semua pihak.
Aria menambahkan bahwa gedung tersebut mulai difungsikan sejak 2013, namun pemeliharaan selama ini lebih difokuskan pada bagian dalam gedung.
Menambahkan keterangan Aria, Sekretaris DPRD Pesawaran Toto Sumedi juga membenarkan adanya kerusakan pada bagian luar gedung, terutama ornamen pelindung yang runtuh.
Ia menyatakan bahwa pihak sekretariat telah mengambil langkah cepat dengan menghubungi tim teknis untuk meninjau struktur bangunan dan memastikan tidak ada potensi bahaya susulan.
“Kami segera berkoordinasi dengan tim teknis guna meninjau struktur bangunan. Aktivitas DPRD tetap berjalan dengan penyesuaian untuk menjamin keselamatan,” ujar Toto.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi terkait penyebab insiden ini dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi teknis.
Toto menambahkan bahwa pihaknya juga terus memantau informasi cuaca dari BMKG untuk mengambil langkah antisipatif ke depan.
Diketahui, insiden ambruknya ornamen gedung DPRD Pesawaran terjadi tak lama setelah pelaksanaan salat Jumat, saat aktivitas kantor masih berlangsung.
Bagian atas bangunan yang merupakan struktur tambahan berbahan baja ringan dan atap seng tiba-tiba ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Runtuhan menyebabkan kerusakan cukup serius di sisi luar dan sebagian area dalam gedung DPRD.
Tampak petugas dan warga berjibaku mengevakuasi puing-puing beton serta potongan material lainnya.
Dinding luar dan panel bangunan tampak terlepas dari struktur utama, menyisakan kerusakan di beberapa titik.
Dugaan sementara penyebab runtuhnya ornamen mengarah pada lemahnya struktur tambahan bangunan, meski pihak terkait masih menunggu hasil investigasi teknis.
Insiden ini menjadi peringatan serius bagi instansi pemerintah agar melakukan audit menyeluruh terhadap kelayakan bangunan publik dan memastikan standar keselamatan konstruksi dipenuhi secara konsisten. (Davit)









