Pemimpin Perempuan dan Politik Runtuhkan: Kritik atau Diskriminasi Terselubung?

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 16:38

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aktiana

Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan tren yang mengkhawatirkan, semakin banyak pemimpin perempuan, baik di ranah politik, bisnis, maupun organisasi yang menjadi sasaran kampanye negatif, sistematis untuk meruntuhkan reputasi mereka. Bukan sekadar kritik kebijakan, melainkan serangan personal, dugaan tanpa bukti, dan framing media yang tidak proporsional. Apakah ini murni soal akuntabilitas, atau ada bias gender yang bermain?

Pemimpin mana pun pantas dikritik jika kebijakannya bermasalah. Namun, yang terjadi pada banyak pemimpin perempuan sering kali melampaui batas. Mereka tidak hanya dihadapkan pada evaluasi kinerja, tetapi juga dihujat atas cara berbicara, penampilan, bahkan kehidupan pribadi—hal yang jarang menimpa rekan laki-laki mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih mendiskusikan program kerjanya, pemberitaan justru fokus pada “sikapnya yang terlalu ambisius” atau “kurang hangat”. Ketika pemimpin laki-laki tegas, ia disebut “strong leader”. Tapi ketika perempuan bersikap sama, labelnya berubah jadi “otoriter” atau “emosional”.

Pemimpin perempuan juga lebih mungkin menerima komentar negatif terkait kepribadian dibandingkan kompetensi. Ini bukti bahwa masyarakat, bahkan media, masih terjebak dalam stereotip gender. Perempuan diharapkan “ramah”, “mengayomi”, dan “tidak terlalu menonjol”, sementara ketegasan mereka dianggap sebagai pelanggaran norma sosial.

Tidak jarang, serangan terhadap pemimpin perempuan datang dari rival politik yang merasa terancam. Daripada bersaing secara sehat, mereka memanfaatkan bias gender untuk menciptakan narasi bahwa sang pemimpin “tidak layak”. Tuduhan korupsi tanpa bukti, isu perselingkuhan, atau klaim “tidak becus mengelola emosi” kerap menjadi senjata andalan.

Jika kita ingin melihat lebih banyak pemimpin perempuan sukses tanpa dihancurkan oleh narasi negatif, langkah pertama adalah menyadari bias ini. Media harus berhenti memberitakan perempuan dengan lensa berbeda. Publik perlu belajar memisahkan antara kritik objektif dan misogini terselubung. Dan yang terpenting, pemimpin perempuan sendiri tidak boleh gentar, karena setiap serangan yang mereka hadapi justru membuktikan bahwa keberadaan mereka mengganggu status quo.

Pemimpin perempuan bukanlah malaikat tanpa salah, tetapi mereka berhak diperlakukan adil. Kritiklah kebijakan mereka jika memang keliru, tapi hentikan penghakiman atas dasar gender. Negeri ini butuh lebih banyak perempuan berani memimpin—tanpa takut dirobek reputasinya hanya karena mereka berbeda dari yang dianggap “biasa”.

Berita Terkait

Tak Diberi Pinjam Kendaraan, Seorang Cucu Nekat Gasak Motor dan HP Milik Kakeknya di Tulang Bawang Lampung
Warga Binaan Rutan Kota Agung asal Pringsewu Meninggal di Rumah Sakit Tanggamus Derita Penyakit Kronis
Lahan 1,5 Hektar di Batu Tegi Tanggamus Terbakar, Kerugian 80 Juta
Bukan Laporan Pemerintah Maupun LSM, Polres Tanggamus Beberkan Perkara Konten Kreator Rohadi
Breakingnews: Rumah di Pekon Pagelaran Pringsewu Terbakar, Asap Hitam Membubung ke Udara
Meski Terima Opsen PKB 18 Miliar, 972 Kendaraan ‘Plat Merah’ Tunggak Pajak , 892 Unit Milik Pemkab Tanggamus
Pro Kontra Netizen atas Diamankannya Konten Kreator Rohadi Alcantara oleh Polres Tanggamus
Apresiasi Swadaya Bangun Jalan Pekon Sinar Jawa dan Datar Lebuay, Pemkab Tanggamus Beberkan Rencana Perbaikan 2027
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:31

Tak Diberi Pinjam Kendaraan, Seorang Cucu Nekat Gasak Motor dan HP Milik Kakeknya di Tulang Bawang Lampung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:47

Warga Binaan Rutan Kota Agung asal Pringsewu Meninggal di Rumah Sakit Tanggamus Derita Penyakit Kronis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:30

Lahan 1,5 Hektar di Batu Tegi Tanggamus Terbakar, Kerugian 80 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:08

Bukan Laporan Pemerintah Maupun LSM, Polres Tanggamus Beberkan Perkara Konten Kreator Rohadi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:59

Breakingnews: Rumah di Pekon Pagelaran Pringsewu Terbakar, Asap Hitam Membubung ke Udara

Berita Terbaru