Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Warga Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, digegerkan dengan ulah tak pantas seorang mahasiswa yang nekat mencuri pakaian dalam dan seragam milik sejumlah mahasiswi, Sabtu 8 November 2025.
Informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.15 WIB, ketika warga yang baru selesai menunaikan salat Subuh mencurigai gerak-gerik seorang pemuda yang mondar-mandir di sekitar area kosan perempuan.
Saksi mata bernama M. Latoib mengatakan, ia melihat seseorang berperilaku aneh di sekitar rumah kos dan langsung menegurnya. Namun, jawaban pelaku justru semakin mencurigakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gerak-geriknya mencurigakan, saya tanya malah jawabnya ngelantur. Akhirnya saya hubungi perangkat pekon, Babinsa, dan polisi,” kata Latoib.
Sekitar pukul 06.10 WIB, petugas Polsek Gadingrejo tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku berinisial MRL (21), mahasiswa asal Bandar Lampung.
Saat dilakukan penggeledahan di kamar kos pelaku, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa pakaian dalam, seragam kuliah, dan kartu identitas milik mahasiswi lain.
Kapolsek Gadingrejo Iptu Sugianto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, kami telah mengamankan seorang mahasiswa yang diduga mencuri pakaian milik mahasiswi di wilayah Pekon Tambahrejo. Barang bukti juga sudah kami sita. Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui apakah ada korban lain,” kata Iptu Sugianto, Sabtu 8 November 2025.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui kuliah di kampus yang sama dengan para korban. Polisi juga menduga aksi serupa sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Perbuatan pelaku membuat warga geram sekaligus heran. Beberapa warga bahkan menyebut aksi itu sebagai “penelitian lapangan yang salah jurusan”, karena pelaku lebih rajin mengumpulkan pakaian perempuan daripada tugas kuliah.
Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pihak kepolisian, bukan di depan dosen pembimbing. (Samuel)







