Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Upaya membuka keterisolasian wilayah terus diperjuangkan para kepala pekon di Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Dengan biaya pribadi dan tekad kuat, lima kepala pekon menempuh perjalanan jauh menuju Kota Solo, Jawa Tengah, guna mencari dukungan kelanjutan pembangunan jalan penghubung Way Nipah–Tampang Muda. Rombongan tiba di kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kawasan Banjarsari, Solo, Sabtu (24/1/2026) pagi.
Mereka terdiri dari Kepala Pekon Tampang Muda Hamid, Kepala Pekon Way Asahan Hartono, Kepala Pekon Tirom Hamdan, Kepala Pekon Karang Brak Hendra Gunawan, serta Kepala Pekon Teluk Brak Suyono.
Kedatangan para kepala pekon itu membawa satu misi penting, yakni memperjuangkan keberlanjutan pembangunan jalan tembus yang menghubungkan sembilan pekon di wilayah selatan Pematangsawa. Akses tersebut selama ini menjadi kebutuhan vital masyarakat untuk mobilitas dan pengembangan ekonomi desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan dengan Jokowi, para kepala pekon menyampaikan langsung kondisi di lapangan, mulai dari medan yang sulit, keterbatasan peralatan, hingga dampak sosial ekonomi akibat minimnya infrastruktur.
Menurut Hamid, pembukaan badan jalan telah dirintis bertahun-tahun melalui gotong royong warga, Dana Desa, serta swadaya masyarakat. Dari jalur setapak, kini badan jalan sudah terbuka hingga wilayah Pedukuhan Pedamaran, Pekon Way Nipah.
“Semua kami kerjakan bertahap dengan kemampuan seadanya. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat kami,” kata Hamid dalam keterangan tertulis yang diterima kantor Media Prioritastv.com di Tanggamus, Minggu 25 Januari 2026, malam.
Namun, rencana lanjutan pembangunan terancam terhenti setelah adanya pemangkasan Dana Desa pada tahun anggaran 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah pekon kesulitan melanjutkan pengerasan jalan, sementara akses transportasi warga masih sangat terbatas.
“Beliau (Jokowi) mendengarkan dengan baik dan memahami kondisi kami. Kami berharap ada perhatian khusus untuk desa-desa di wilayah terpencil,” ujar Hamid.
Meski belum memperoleh keputusan konkret, Jokowi menyarankan agar aspirasi tersebut diteruskan melalui jalur pemerintahan dengan mengajukan audiensi kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Menindaklanjuti arahan tersebut, rombongan sempat mendatangi Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta. Namun, karena padatnya agenda, pertemuan belum dapat dijadwalkan dan mereka diminta menyampaikan permohonan secara tertulis.
“Kami akan menunggu kabar selanjutnya. Perjuangan ini belum selesai,” tegas Hamid.
Hamid menambahkan, para kepala pekon menegaskan, pembangunan jalan Way Nipah–Tampang Muda bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut masa depan ribuan warga desa yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses.
“Kalau jalan ini tidak dilanjutkan, desa-desa kami akan terus terisolasi. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat di pelosok,” pungkasnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







