Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Menanggapi keluhan nelayan jaring tradisional di wilayah Kapuran, Pasar Madang, Kota Agung, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, Dharma Setiawan, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret terkait persoalan sulitnya akses BBM bersubsidi dan minimnya sarana penunjang nelayan.
Dharma Setiawan menjelaskan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan perwakilan kelompok nelayan pada Jumat, 24 April 2026, di ruang rapat Dinas Perikanan untuk mendengar langsung berbagai keluhan yang dihadapi di lapangan, khususnya terkait kesulitan memperoleh BBM jenis solar dan pertalite.
“Sebagai langkah konkret, kami sudah bertemu dengan perwakilan nelayan untuk menyerap aspirasi mereka. Dalam waktu dekat, Pemkab Tanggamus akan menindaklanjuti dengan mengundang stakeholder terkait seperti Polres, pengelola SPBU, unsur maritim dari DKP Provinsi, bagian perekonomian, hingga Koperindag untuk bersama-sama membahas dan mencarikan solusi,” kata Dharma Setiawan kepada Media Prioritastv.com, Sabtu (25/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin saling melempar tanggung jawab dalam persoalan distribusi BBM bersubsidi. Menurutnya, yang terpenting adalah mencari solusi bersama demi kepentingan nelayan.
“Kita tidak melihat ini tanggung jawab siapa, tapi bagaimana semua pihak bisa duduk bersama dan mencari solusi atas kesulitan yang dialami masyarakat nelayan,” tegasnya.
Selain itu, terkait permintaan bantuan sarana penunjang, Dharma memastikan bahwa Pemkab Tanggamus tetap konsisten memberikan dukungan kepada nelayan kecil.
“Pemerintah daerah tetap berkomitmen membantu nelayan melalui berbagai program, seperti pemberian bantuan alat tangkap berupa jaring, pancing, dan sarana lainnya guna meningkatkan hasil tangkapan,” tambahnya.
Ia berharap, dengan adanya sinergi antarinstansi serta program bantuan yang berkelanjutan, kondisi nelayan di wilayah Teluk Semaka dapat segera membaik dan aktivitas melaut kembali berjalan optimal.
Sebelumnya, nelayan di Kapuran, Pasar Madang, Kota Agung mengeluhkan sulitnya mendapatkan ikan serta terbatasnya akses BBM bersubsidi yang berdampak langsung pada menurunnya pendapatan mereka. (*)









