Prioritastv.com, Bandar Lampung – Upaya pencarian M. Nadif Arthanabil, yang hanyut di siring perumahan Griya Kencana, masih belum membuahkan hasil positif hingga hari kelima pencarian.
Deden Ridwansah, Kepala Kantor Basarnas Lampung menyebut, Tim SAR Gabungan terus berupaya dengan intensitas tinggi, namun hingga Jumat, 12 Januari 2024 pukul 17.45 WIB hari ini, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tim SAR Gabungan mengatur pencarian menjadi dua sektor. SRU 1 dan 2 memfokuskan pencarian pada aliran air Tol Km 87 hingga Karang Anyar. Sementara SRU B dan keluarga melakukan penyisiran di aliran air Batara Nila,” kata Deden dalam keterangannya kepada Media Prioritastv.com.
Dijelaskannya, pada pukul 09.56 WIB, tim Drone diterjunkan melakukan pemantauan udara di sekitar aliran air Perumahan Sidosari selama 12 menit dengan ketinggian 141 feet.
Selanjutnya, pukul 13.36 WIB, SRU B dan keluarga menyisir aliran air dari jembatan Ina Motor Hajimena hingga Polinela dan pada pukul 15.41 WIB, SRU 1 dan SRU 2 melakukan penyisiran di aliran air Tol Km 87 hingga belakang Taman Tanjung Pesona, Jati Agung.
“Tim Drone kembali melakukan pemantauan udara di sekitar aliran air Tol Km 87 selama 22 menit dengan ketinggian 140 feet,” jelasnya.
Deden menyatakan bahwa meskipun telah dilakukan upaya maksimal, korban belum juga ditemukan. Pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.45 WIB dan rencananya akan dilanjutkan pada Sabtu (13/01) pukul 06.30 WIB.
“Tidak ada tanda-tanda keberadaan korban yang terlihat baik dari penyisiran maupun pemantauan via drone. Tim SAR gabungan terus berupaya dengan harapan menemukan korban secepatnya,” tandasnya.
Diketahui, sebuah peristiwa tragis terjadi di Perumahan Griya Kencana, Kota Bandar Lampung, ketika balita berusia 2 tahun, M. Nadif Arthanabil, hanyut di saluran irigasi akibat hujan deras. Peristiwa ini terjadi Senin, 8 Januari 2024 sekitar pukul 15.00 WIB, ketika korban sedang bermain di halaman rumah dan terpeleset ke saluran irigasi.
Danil, seorang warga sekitar, menjadi saksi peristiwa dan segera melapor kejadian tersebut kepada Badan SAR Nasional (Basarnas). Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansah, S.Sos., merespons cepat dengan menggerakkan 1 tim Rescue Kantor SAR Lampung untuk melakukan pencarian dan pertolongan.
Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD kota, Damkar, PMI, dan Forum Rescue Relawan Lampung, bergerak menuju lokasi kejadian. Deden Ridwansah menyatakan bahwa tim telah melakukan penyisiran irigasi dari lokasi kejadian hingga hilir aliran dalam upaya maksimal untuk menemukan korban. (Robby)








