BMKG Jelaskan Fenomena Ikan Naik ke Permukaan Laut Tanggamus

- Jurnalis

Rabu, 6 November 2024 - 19:37

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video saat ikan naik ke pantai di Kota Agung, Tanggamus, Selasa 5 Nopember 2024, malam.

Tangkapan layar video saat ikan naik ke pantai di Kota Agung, Tanggamus, Selasa 5 Nopember 2024, malam.

Prioritastv.com, Lampung – Fenomena ikan naik ke permukaan laut di Kota Agung Tanggamus pada Selasa 5 Nopember 2024, malam kini tengah ramai diperbincangkan, terutama di wilayah pesisir.

Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 mengungkapkan bahwa fenomena ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi perilaku ikan.

BMKG menjelaskan bahwa perubahan suhu air, tingkat oksigen, dan arus laut yang kuat merupakan beberapa faktor utama yang membuat ikan naik ke permukaan, bahkan terkadang mendekati pantai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika suhu air meningkat akibat panas ekstrem atau cuaca tertentu, kandungan oksigen di dalam air dapat berkurang. Hal ini membuat ikan kecil cenderung bergerak ke permukaan atau perairan dangkal untuk mencari oksigen,” jelas BMKG dalam keterangannya.

Tidak hanya suhu dan oksigen, BMKG juga menambahkan bahwa arus laut yang kuat bisa membawa ikan-ikan dari dalam samudra ke perairan dangkal.

“Saat arus laut membawa ikan-ikan kecil ke permukaan, terkadang mereka tidak bisa melawan arus kuat tersebut untuk kembali ke perairan dalam,” jelasnya lagi.

Faktor Eksternal Lain yang Mempengaruhi Ikan Naik ke Permukaan

Selain perubahan suhu dan arus laut, faktor lain seperti kualitas air laut juga turut memengaruhi kondisi ikan. Kualitas air yang menurun akibat ledakan alga atau perubahan kualitas air laut bisa berdampak pada kesehatan ikan, memicu mereka untuk naik ke permukaan.

Fenomena ini juga terkadang dikaitkan dengan potensi gempa bumi atau tsunami, meskipun belum ada bukti langsung yang mengaitkannya secara pasti.

BMKG menegaskan bahwa ikan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Untuk itu, BMKG akan terus memantau aktivitas seismik di laut dan segera menyampaikan informasi jika terdapat potensi bahaya.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.

“Masyarakat sebaiknya tenang dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG, terutama jika ada indikasi cuaca buruk atau gempa bumi yang bisa memengaruhi kondisi laut,” tambah BMKG.

BMKG juga menjelaskan bahwa perubahan kondisi lingkungan laut, seperti angin kencang dan hujan lebat, dapat memengaruhi perilaku ikan. Selain itu, beberapa spesies ikan juga memiliki siklus migrasi tertentu yang bisa memengaruhi keberadaan mereka di perairan dangkal.

Dengan fenomena ikan naik ke permukaan laut ini, BMKG berkomitmen untuk terus memberikan peringatan dini dan mengedukasi masyarakat agar selalu mendapatkan informasi yang benar dan waspada terhadap potensi bahaya dari perubahan kondisi laut. (Erwin)

Berita Terkait

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera
Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan
Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak
Sosok Rohadi Alcantara, Konten Kreator Asal Cukuh Balak Tanggamus yang Dikabarkan Diamankan Polisi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:36

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:33

TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:58

Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita

Berita Terbaru