Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Sebuah video yang menunjukkan kondisi rumah tidak layak huni milik seorang janda bernama Surtini (48) bersama putranya yang berusia sekitar 4 tahun menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat di dalam rumah yang berantakan memicu keprihatinan publik.
“Semoga ada perhatian dari pemerintah setempat,” tulis pengunggah video anonim di Portal Tanggamus seperti dilihat Media Prioritastv.com, Rabu 15 Januari 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan tersebut, dijelaskan alamat lengkap rumah Surtini berada di Gang Talang Wir Dusun Sindang Agung, RT 003 RW 003, Pekon Sindang Marga, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Surtini tinggal di rumah yang memprihatinkan tersebut dan tak dapat memperbaiki rumah selepas sang suami bernama Latawan meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Atas kondisi itu, Surtini berharap adanya bantuan bedah rumah yang layak untuk ia tinggal, sebab meski telah diajukan, namun hingga saat ini tidak kunjung terealisasi.
Namun, di tengah simpati yang mengalir, seorang netizen bernama Febri Atika memberikan klarifikasi melalui kolom komentar. Menurutnya, Surtini sebenarnya telah mendapatkan perhatian dari pihak pekon (desa).
“Assalamualaikum buat semuanya, maaf sebelumnya, tapi ibu ini tidak luput dari perhatian aparat pekonnya. Boleh cek langsung ke lokasi. Bu Surtini sudah mendapatkan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), beras Bulog, BPJS, dan setiap ada bantuan yatim, anak ibu yang bernama Fatan selalu dapat, tidak pernah ditinggalkan. Program bedah rumah juga sudah diajukan,” tulis Febri Atika.
Saat dikunjungi di kediamannya, kondisi itu memang terlihat sangat memprihatinkan, berdinding geribik bercampur papan bahkan saat hujan terlihat bocor di dalam rumah.
Kakon Sindang Marga, Rudi Hartono mengatakan bahwa selama ini pihaknya telah membantu menyalurkan bantuan-bantuan pemerintah kepada Surtini hingga pengajuan bedah rumah meski belum terealisasi.
“Kami sebagai aparatur pekon selama ini sudah memberikan bantuan, meski banyak kekurangannya,” kata Rudi Hartono.
Sementara itu, menurut Surtini ia membenarkan bahwa pihak pekon selama ini telah memberikan bantuan-bantuan, dan untuk kehidupan sehari-hari, ia bisa menjahit dan menanam sayuran di belakang rumahnya.
“Alhamdulillah selama ini juga dibantu oleh pak Kakon, saya sangat berterima kasih. Kalo makan sehari-hari, saya bisa jahit dan menanam sayur-sayuran di belakang rumah,” kata Surtini.
Meski demikian, video ini memicu diskusi di kalangan warganet tentang pentingnya mempercepat realisasi bantuan, terutama dalam program perbaikan rumah.
Publik berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera menindaklanjuti kondisi rumah Surtini agar ia dan anaknya dapat tinggal di tempat yang lebih layak.
Apabila Anda ingin membantu Bu Surtini, silakan kunjungi alamat yang tertera atau hubungi pihak terkait di Pekon Sindang Marga untuk informasi lebih lanjut. (Asrul)







