Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Sejumlah masyarakat berencana menggelar aksi moral di Kantor Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Senin, 10 Maret 2025.
Aksi ini bertujuan untuk menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas dugaan kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh Kepala Balai Besar TNBBS inisial IS terhadap bawahannya.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Kapolres Tanggamus, aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menciptakan aparat yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta tindakan tidak bermoral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Massa berencana melakukan aksi moral sekaligus audiensi dengan pihak terkait di Kantor Balai Besar TNBBS.
Dalam surat tersebut, pengunjuk rasa menuntut agar IS segera memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab atas dugaan tindakannya.
Mereka juga meminta agar seluruh pejabat dan pegawai di Balai Besar TNBBS tidak melindungi terduga pelaku demi menjaga integritas lembaga.
Baca Juga :
Dugaan Kasus Pencabulan, Puluhan Massa Geruduk Kantor TNBBS Tanggamus.
“Aksi moral sekaligus audiens dengan grand issue, Penegakan hukum dan moralitas di lingkungan Balai Besar TNBBS,” tulis surat yang ditandatangani oleh Yudha Athrofy yang juga diterima Media Prioritastv.com, Minggu 9 Maret 2025.
Sementara itu, menurut Kepala Pekon Terbaya, Mardatu, yang namanya tercantum dalam tembusan surat aksi, mengaku belum menerima surat fisik terkait rencana unjuk rasa tersebut.
“Kalo surat fisiknya belum menerima, melainkan hanya mendapatkan informasi melalui WhatsApp,” kata Mardatu.
Kasat Intelkam Polres Tanggamus Iptu Arbiyanto belum memberikan jawaban pasti atas rencana aksi demo tersebut. “Sepertinya ia mas,” kata Iptu Arbiyanto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kasus dugaan pencabulan ini dialam oleh S (33) yang telah dilaporkan ke Polda Lampung oleh Y (33), suaminya.
Menurut Y dikutip lintaslampung.com pada tanggal 30 November 2024, tindakan cabul yang dilakukan IS bukan hanya sekali, melainkan berulang kali, termasuk insiden di mana ia diduga menarik masker korban dan mencium pipinya secara paksa di lingkungan kantor. (Herdi)







