Prioritastv.com, Lampung – Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) saling adu gagasan dalam upaya mengembangkan potensi wisata bahari di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus.
Kedua kelompok mahasiswa ini mengusung inovasi dalam bidang teknologi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat melalui program Genera-Z Berbakti dari Bakti BCA.
Mahasiswa Unila mempresentasikan gagasan berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi secara dini potensi bencana tsunami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gagasan tersebut dikombinasikan dengan pemanfaatan terumbu karang buatan yang berfungsi sebagai sistem pendukung monitoring bawah laut.
Sementara itu, mahasiswa dari ITB menawarkan program Ekspedisi Tanah Air Gamais ITB 5.0 (ETA 5.0), sebuah inisiatif pelatihan bagi remaja lokal guna membangun fasilitas penunjang pariwisata dan pendidikan, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan potensi wisata.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan adu gagasan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaring solusi nyata bagi berbagai permasalahan di daerah terpencil, khususnya Teluk Kiluan yang memiliki potensi wisata luar biasa.
“Teluk Kiluan memiliki keindahan bahari yang menakjubkan, tetapi juga menghadapi tantangan serius seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya layanan kesehatan, hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah dan limbah,” jelas Hera, Kamis (19/6/2025).
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memfasilitasi mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan sosial yang turut terlibat langsung dalam memecahkan persoalan lingkungan dan sosial melalui pendekatan kolaboratif dan transformatif.
“Kami berharap ide-ide kreatif ini bisa membawa dampak nyata dan memberi kontribusi langsung bagi pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat di Teluk Kiluan,” ujar Hera.
Melalui program Genera-Z Berbakti, para mahasiswa juga dibekali pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengasah kepemimpinan, dan mengembangkan inovasi sosial yang berkelanjutan. (Erwin)







