Prioritastv.com, Tulang Bawang, Lampung – Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah memastikan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan sadis terhadap bocah perempuan berinisial RAZ (10) yang terjadi pada Minggu malam (22/06/2025), sekitar pukul 21.00 WIB di Bedeng 37, PT. Indolampung, Kampung Gunung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres saat melakukan kunjungan ke rumah duka keluarga korban di Talang Tembesu, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, pada Selasa (15/07/2025) sekitar pukul 08.30 WIB.
“Kegiatan yang kami lakukan ini adalah sebagai bentuk belasungkawa sekaligus menyampaikan komitmen kami kepada pihak keluarga korban untuk mengungkap perbuatan keji yang telah dilakukan oleh pelaku,” kata AKBP Yuliansyah, Kamis 17 Juli 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres menegaskan, kasus ini telah menjadi atensi serius jajaran kepolisian. Saat ini, tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulang Bawang masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya sudah dikantongi pihak kepolisian.
“Kami sudah berusaha maksimal dan hingga saat ini anggota kami masih berada di lapangan. Namun pelaku masih belum ditemukan. Apabila ada informasi sekecil apapun terkait keberadaan pelaku, tolong segera sampaikan kepada kami,” tegasnya.
Sementara itu, Ari Dafira, ayah kandung korban, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan komitmen aparat kepolisian dalam menangani kasus anaknya.
“Terima kasih atas kunjungan yang sudah dilakukan oleh Bapak Kapolres Tulang Bawang. Kami percayakan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. Kami dari pihak keluarga juga terus berupaya mencari tahu keberadaan pelaku,” ucapnya.
Ari menegaskan, keluarga berharap besar agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya atas perbuatan keji yang telah merenggut nyawa putrinya.
Diketahui, korban RAZ ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah bedeng yang merupakan tempat tinggal keluarganya, pekerja di perkebunan tebu PT. Indo Lampung.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat kedua orang tua korban sedang bekerja di kebun. Korban yang semula dilaporkan hilang sejak Minggu sore akhirnya ditemukan tewas malam harinya.
Kasus ini diduga kuat bermotif kekerasan seksual disertai pembunuhan, dan menjadi perhatian serius aparat kepolisian serta masyarakat setempat. (Prabu)







