Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Warga Pekon Atar Lebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Kabupaten Tanggamus kini mengalami kesulitan beraktivitas akibat jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses utama ambruk diterjang banjir.
Jembatan yang menghubungkan wilayah mereka ke Pekon Sanggi kini tak bisa dilalui, menyisakan jalur licin dan berisiko di tepi Sungai Waytuba.
Kondisi tersebut ditinjau langsung oleh jajaran Polsek Wonosobo Polres Tanggamus pada Kamis, 31 Juli 2025, sekitar pukul 10.30 WIB dipimpin Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, bersama Staf Kecamatan BNS, Dewa Ardika dan Sekretaris Pekon Sanggi, Jarmansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya, Iptu Tjasudin menjelaskan bahwa jembatan darurat tersebut merupakan satu-satunya penghubung antara Pekon Sanggi dan Pekon Atar Lebar. Namun kini, jembatan itu ambruk akibat banjir yang melanda pada 29 Juli 2025.
“Hasil pemeriksaan, jembatan tersebut ambruk dan tak bisa lagi dilalui. Ini akses vital bagi warga Atar Lebar yang berjumlah sekitar 340 KK,” ujar Kapolsek mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Selain itu, satu jembatan lain yang berada sekitar 100 meter sebelum sungai juga mengalami kerusakan berat. Akibatnya, akses kendaraan terputus total.
Warga kini terpaksa berjalan kaki, menyusuri bibir sungai dan menyeberang secara manual dengan kondisi jalan yang licin dan membahayakan.
“Situasi saat ini sangat menyulitkan mobilitas warga. Tanpa jembatan ini, mereka harus menempuh perjalanan berisiko hanya untuk aktivitas harian,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Tanggamus. Menurut informasi yang diterima, BPBD akan segera membangun kembali jembatan darurat sebagai solusi sementara.
“Kami berharap segera ada penanganan cepat dari instansi terkait agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tandasnya. (Herdi)







