Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Suasana haru menyelimuti Pondok Pesantren Al Qodir di Pekon Batu Tegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.
Keluarga besar pesantren kehilangan sosok yang selama ini menjadi figur keibuan dan cahaya keteduhan bagi para santri.
Nyai Dewi Hadiyatul Umroh binti Suhaimi, istri dari Almukarrom KH. Musyaffa’ Ahmad Al Hafidz, berpulang ke rahmatullah, Kamis malam (31/7/2025) pukul 19.12 WIB di RS Adi Sucipto, Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Qodir, Agus Ciek Yamin, S.E., yang tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan.
“Assalaamu’alaikum. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Mohon doanya dan bacaan Al-Fatihah untuk almarhumah Nyai Dewi Hadiyatul Umroh. Beliau telah kembali ke pangkuan Allah SWT,” kata Agus dalam pesannya.
Bagi para santri, Nyai Dewi bukan hanya istri pendiri pondok. Ia adalah ibu, guru, dan teladan. Sosoknya yang lembut, sederhana, dan penuh kasih sayang, membuatnya dicintai lintas generasi santri.
Ia kerap terlihat duduk bersama santri putri, menasihati dengan suara pelan, atau mengajarkan makna kesabaran lewat tindakan nyata.
“Beliau tak pernah berkata kasar. Bahkan saat menegur pun, wajahnya tetap tersenyum,” kenangnya.
Kehidupannya yang bersahaja di sisi KH. Musyaffa’ Ahmad menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang berdirinya Ma’had Al Qodir.
Sejak awal, Nyai Dewi mendampingi sang suami membangun pondok dari nol hingga menjadi pusat pendidikan Islam yang dikenal luas.
Kepergian Nyai Dewi meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang pernah merasakan kehangatan dan kebijaksanaan beliau.
“Beliau adalah cahaya di pondok ini. Kini cahaya itu padam. Tapi insyaAllah, ilmunya akan terus hidup di hati kami semua,” tutupnya. (Asrul Ariski)







