Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Sebuah video dugaan kekerasan verbal terhadap anak yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir diketahui terjadi di SDN 1 Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus.
Dalam rekaman tersebut terdengar suara seorang guru yang menginterogasi seorang siswa laki-laki karena dituduh mencuri uang temannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam video berdurasi 60 detik itu, terlihat siswa hanya terdiam saat beberapa guru mengajukan pertanyaan bernada menekan.
“Kamu gak ngaku? Emang ada setan? Soalnya orang-orang udah pada lihat kamu yang ambil. Kamu masih bilang bukan, enggak,” ujar salah satu guru dalam video tersebut.
Tak berhenti di situ, guru tersebut juga mengatakan:
“Berarti habis ini gak usah sekolah lagi, langsung kemasin bajunya. Ini di depan guru-gurunya ini, ini dikirim ke mama kamu ya. Kemasin bajunya, habis itu jangan sekolah di sini lagi ya.”
Video ini memicu reaksi beragam dari warganet, sebagian mengkritik keras metode interogasi yang dinilai tidak pantas dilakukan kepada anak di lingkungan sekolah.
Meski hingga kini, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan kekerasan verbal tersebut.
Namun, setelah video itu viral, beredar pula video klarifikasi dari seorang guru perempuan bernama Dian, yang mengaku sebagai wali dan pihak yang merekam kejadian tersebut.
“Suara yang ada di video adalah suara saya. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah atas kegaduhan ini. Saya membuat video ini tanpa paksaan,” kata Dian yang videonya juga beredar, Senin 11 Agustus 2025.
Dian menjelaskan, video itu awalnya dibuat untuk dikirimkan kepada ibu siswa yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.
“Namun justru tersebar luas di media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya akhiri, wassalamualaikum,” tutup Dian dalam klarifikasinya. (*)







