Prioritastv.com, Aceh – Akun Instagram Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mendadak ramai diserbu warganet. Ratusan komentar memenuhi kolom unggahan terbarunya, setelah mencuat kisah seorang istri yang diceraikan suaminya hanya beberapa hari sebelum sang suami dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kisah ini bermula dari curahan hati Melda Safitri (33), pemilik akun Facebook
Safitri Alshop Aceh warga Kabupaten Aceh Singkil, yang viral di media sosial. Ia mengaku diceraikan suaminya pada 15 Agustus 2025, hanya tiga hari sebelum pelantikan PPPK.
Kejadian ini sontak mengundang simpati publik, terutama setelah Melda menceritakan bahwa selama bertahun-tahun ia mendukung perjuangan suaminya hingga akhirnya lulus seleksi PPPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan terakhir Bupati Safriadi di akun Instagram pribadinya, kolom komentar langsung dibanjiri berbagai seruan warganet. Banyak di antaranya meminta pemerintah daerah untuk menindak tegas sang suami, karena dinilai tidak memiliki etika dan moral sebagai calon aparatur negara.
“Pecat suami P3K yang tega ceraikan istri sebelum dilantik,” tulis seorang warganet.
“Orang seperti itu tidak pantas jadi abdi negara,” komentar akun lainnya.
Tak sedikit pula yang menandai akun resmi Pemkab Aceh Singkil agar segera menindaklanjuti persoalan ini. Warganet menilai tindakan sang suami mencoreng martabat aparatur sipil dan menunjukkan kurangnya tanggung jawab terhadap keluarga.
Melda Safitri dalam keterangannya mengaku perpisahan itu terjadi tiba-tiba. Ia mengatakan, selama ini dirinya ikut berjuang membantu ekonomi rumah tangga, bahkan menjual sayur ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendukung biaya kelengkapan suaminya menjelang pelantikan.
BACA JUGA :
“Saya ikut bantu dari nol, sampai dia dapat SK PPPK. Saya yang belikan atribut Korpri pakai uang hasil jualan sayur,” ujar Melda dengan nada sedih.
Namun, hanya beberapa hari sebelum pelantikan, suaminya justru menceraikan dirinya.
“Dia marah cuma karena tidak ada lauk di rumah. Saya bilang tidak punya uang. Malamnya pergi, besoknya bilang sudah cerai,” kata Melda.
Melda mengaku masih belum bisa menerima kenyataan pahit tersebut. Ia menilai sang suami mulai berubah setelah mengetahui dirinya lolos PPPK.
“Sejak tahu lulus, dia jadi jarang pulang, dan alasan cerai juga tidak masuk akal,” ungkapnya.
Kisah pilu ini kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian publik Aceh, bahkan warganet dari luar daerah. Mereka ramai-ramai menuliskan dukungan moral kepada Melda dan meminta Pemkab Aceh Singkil memberikan perhatian serta meninjau kembali status kepegawaian suaminya.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terkait viralnya kasus tersebut. Namun, desakan masyarakat agar ada langkah tegas terhadap sang suami terus mengalir di berbagai platform media sosial.
Kasus ini menjadi refleksi penting tentang moralitas aparatur sipil negara dan bagaimana tanggung jawab pribadi bisa mencerminkan integritas sebagai abdi masyarakat. (Burhan Alpin)










