Prioritastv.com, Aceh – Kisah pilu Melda Safitri, warga Kabupaten Aceh Singkil, kembali menjadi sorotan publik setelah ia mengungkapkan kondisi keluarganya yang tengah diuji berat.
Melda, yang sebelumnya viral karena diceraikan suaminya hanya tiga hari sebelum pelantikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kini menyampaikan bahwa anaknya sedang sakit.
Dalam unggahan terbarunya, Melda memohon doa dan pengertian dari masyarakat karena belum bisa merespons cepat setiap panggilan atau komentar yang masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini anak saya sedang sakit. Mohon maaf sekira saya lama merespon atau tidak membalas komentar dan telepon. Tapi saya akan usahakan untuk merespon,” tulis Melda di akun Facebook Safitri Alshop Aceh, Rabu (22/10/2025), malam.
Melda juga menegaskan bahwa dirinya siap kapan pun jika diadakan mediasi untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah dalam persoalan rumah tangganya.
“Saya, Melda Safitri, siap kapan pun jika diadakan mediasi untuk membuktikan siapa salah dan siapa benar. Doakan anak saya cepat sembuh. Amin,” tandasnya.
Sebelumnya, warganet ramai menyerbu akun Instagram Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, meminta agar pemerintah menindak tegas suami Melda yang diduga menceraikannya jelang pelantikan PPPK. Ratusan komentar bernada kecewa membanjiri unggahan sang bupati, menilai tindakan sang suami mencoreng moralitas aparatur negara.
Kisah ini berawal dari curahan hati Melda di media sosial yang menceritakan bahwa selama bertahun-tahun ia mendukung perjuangan suaminya hingga lulus seleksi PPPK.
Ia bahkan mengaku ikut membantu keuangan keluarga dengan berjualan sayur di pasar dan membelikan atribut Korpri dari hasil jerih payahnya sendiri. Namun, hanya beberapa hari sebelum pelantikan, sang suami justru menceraikannya dengan alasan sepele.
Kisah tersebut memantik gelombang simpati dan kemarahan publik. Banyak warganet meminta Pemkab Aceh Singkil untuk meninjau ulang status kepegawaian suami Melda yang kini menjadi ASN PPPK.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah, saat dikonfirmasi Bupati Oyon juga belum membalas pesan WhatsApp, namun desakan agar kasus ini ditindaklanjuti terus mengalir di media sosial.
Kasus Melda Safitri menjadi pengingat bahwa di balik kesuksesan seseorang, ada perjuangan dan pengorbanan yang kadang dilupakan. Kini, Melda tetap berpegang pada doa dan kesabaran sambil berharap keadilan berpihak padanya. (Burhan Alpin)










