Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Seorang petani lanjut usia bernama Usman (80), warga Dusun Tanjung Senang, Pekon Gedung, Kecamatan Cukuh Balak, ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka setelah dua minggu tidak terlihat beraktivitas. Penemuan mengejutkan ini terjadi pada Jumat malam (28/11/2025) usai warga melaporkan aroma menyengat dari sekitar rumah korban.
Informasi itu disampaikan Kapolsek Cukuh Balak, Ipda Ma’ruf Nurochim yang menyebut bahwa temuan kerangka manusia tersebut diduga kuat adalah Usman, seorang petani yang diketahui tinggal seorang diri
Laporan awal diterima Polsek Cukuh Balak sekitar pukul 18.30 WIB dari Kepala Pekon Gedung. Setelah menerima informasi, pihaknya langsung menuju lokasi bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Putih Doh dan relawan Tagana. Setibanya di TKP pukul dilakukan penyisiran hingga ditemukan kerangka manusia yang diperkirakan merupakan korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Personel kami tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 WIB bersama tim medis. Kami menelusuri sumber bau menyengat tersebut dan menemukan kerangka manusia di samping rumah korban,” kata Ipda Ma’ruf Nurochim dalam keterangan tertulis melalui Humas Polres Tanggamus, Sabtu (29/11/2025), sore.
Dijelaskannya, penemuan tersebut berawal dari kecurigaan seorang tetangga, Mat Zen bin Azhari (40). Ia mengaku curiga karena sudah sekitar dua minggu korban tidak berkunjung ke rumahnya sebagaimana biasanya.
Sekitar pukul 17.30 WIB, saksi mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya. Namun ketika mendekati rumah, ia mencium aroma tidak sedap yang kuat dari arah rumah Usman.
Khawatir terjadi sesuatu, Mat Zen melapor kepada Mirsanto (42), Kepala Dusun Tanjung Senang. Laporan kemudian diteruskan kepada Iqbal (43), Kepala Pekon Gedung, hingga akhirnya sampai ke Polsek Cukuh Balak.
“Proses penanganan dilakukan secara hati-hati karena kondisi kerangka sudah tidak utuh. Selanjutnya pagi tadi Tim Inafis Polres Tanggamus datang melakukan identifikasi dan pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.
Kapolsek mengungkap, dari keterangan pihak keluarga, korban memang tinggal sendirian dan jarang memiliki aktivitas sosial. Pada awalnya keluarga menolak proses identifikasi lanjutan dan berharap jenazah langsung dimakamkan di samping rumah. Namun setelah diberikan pemahaman terkait prosedur kepolisian, keluarga akhirnya bersedia.
“Korban dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, untuk proses identifikasi lebih lanjut,” tandasnya.
Sementara itu, petugas medis dari Puskesmas Putih Doh, Sulistiono menerangkan bahwa mayat yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia sekitar 70 tahun. Berdasarkan kondisi tubuh yang telah menjadi kerangka, diduga korban telah meninggal sekitar dua minggu sebelum ditemukan.
“Diperkirakan sudah dua minggu meninggal karena selama dua minggu ini tidak ada aktivitas beliau ke warung-warung untuk belanja. Biasanya beliau belanja ke warung milik warga sekitar. Mayat yang ditemukan berasal dari Pekon Gedung, Kecamatan Cukuh Balak. Selanjutnya akan diidentifikasi oleh tim Inafis Polres Tanggamus,” kata Sulistiono.
Jenazah korban saat ini berada RSUD Batin Mangunang Kota Agung pada Sabtu, 29 November 2025 untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan tim Inafis Polres Tanggamus masih melakukan proses identifikasi guna memastikan penyebab pasti kematiannya. (Herdi/A.Hayat Purba)







