Prioritastv.com, Bandar Lampung – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi kepala terbungkus plastik dan lakban di sebuah penginapan kawasan Jalan Untung Suropati, Kedaton, Bandar Lampung, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Hindradjaja (61), warga asal Tangerang, Provinsi Banten.
Salah seorang penghuni kos, Anas (23), menceritakan kronologi awal penemuan korban. Ia mengaku pertama kali diminta bantuan oleh penjaga penginapan pada Sabtu, 7 Februari 2026, untuk mengecek kamar nomor 1 yang seharusnya sudah ditinggalkan penyewanya.
Menurut Anas, korban dijadwalkan keluar dari kamar pada Jumat siang, 6 Februari 2026, namun hingga keesokan harinya tidak juga meninggalkan kamar. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan penjaga penginapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penjaga kos minta tolong saya buat mengintip dari atas karena kamar sudah lewat waktu sewa tapi tidak ada aktivitas sama sekali,” kata Anas, Senin 9 Februari 2026.
Sebelum meminta bantuan warga, penjaga penginapan sempat mengetuk pintu dan mencoba membukanya menggunakan kunci cadangan. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena pintu terkunci dari dalam.
Anas kemudian mengintip ke dalam kamar melalui celah menggunakan ponsel karena kondisi ruangan gelap. Dari hasil rekaman tersebut, ia melihat bagian kaki seseorang di dalam kamar.
“Saya lihat ada sepatu dan setelah pakai kamera HP kelihatan ada kaki. Dari situ kami makin yakin ada sesuatu yang tidak beres,” ungkapnya.
Merasa khawatir, Anas bersama warga sekitar akhirnya berinisiatif membuka akses kamar dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan tergeletak di atas kasur.
“Korban ditemukan dalam kondisi kepala terbungkus plastik kresek putih dan masih dilakban,” jelas Anas.
Sebelumnya, penemuan jenazah tersebut sempat menggegerkan warga sekitar penginapan. Dari rekaman video yang beredar, korban terlihat mengenakan kaus hitam dan celana pendek berwarna biru saat ditemukan di atas kasur kamar.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana. (*)









