Kasus Campak di Tanggamus Meningkat pada Triwulan I 2026, Tujuh Positif Terkonfirmasi, Disini Sebarannya

Dinas Kesehatan tingkatkan kewaspadaan dan gencarkan imunisasi kejar untuk mencegah penyebaran lebih luas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Kesehatan Tanggamus diabadikan, Selasa 7 April 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Kantor Dinas Kesehatan Tanggamus diabadikan, Selasa 7 April 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kasus campak di Kabupaten Tanggamus mengalami peningkatan pada triwulan pertama tahun 2026. Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 44 suspek kasus, dengan 41 di antaranya telah menjalani uji laboratorium dan tujuh orang dinyatakan positif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Tanggamus, Bambang Nurwanto, S.KM., M.Kes, mewakili Kepala Dinas Kesehatan, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 7 April 2026.

Menurut Bambang, angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, tercatat 46 suspek kasus campak, namun hanya dua yang terkonfirmasi positif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebaran kasus mencakup beberapa kecamatan seperti Kota Agung Barat, Kota Agung, Gisting, Pugung, Pulau Panggung, Sumberejo, dan Talang Padang. Kasus terbanyak berada di Kecamatan Gisting dengan sembilan suspek,” ujarnya.

Baca Juga :  Pencarian Korban Hanyut di Pringsewu Masuk Hari Kedua, Tim SAR Perluas Penyisiran Sungai

Bambang menyebut, dari hasil uji laboratorium, lanjutnya, baru sepuluh sampel yang keluar, dengan tujuh di antaranya positif dan tiga negatif. Meski terjadi peningkatan, kondisi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Sekretaris Dinas Kesehatan Tanggamus, Bambang Nurwanto saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Selasa 7 April 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

“Sebarannya tidak terkelompok. Untuk disebut KLB, minimal terdapat lima kasus dalam satu kelompok, sehingga saat ini belum memenuhi kriteria tersebut,” jelasnya.

Dalam upaya penanganan, Dinas Kesehatan Tanggamus telah meningkatkan kewaspadaan sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Lampung, serta Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Baca Juga :  Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Objek Wisata Selama Operasi Ketupat Krakatau 2026

Langkah yang dilakukan meliputi memastikan ketersediaan logistik imunisasi, khususnya bagi balita, serta melakukan pemantauan intensif di rumah sakit, puskesmas, dan wilayah yang ditemukan kasus.

Selain itu, program imunisasi kejar terus digencarkan untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak secara lengkap. Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar siswa yang sakit tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah sementara waktu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung imunisasi dan meningkatkan kewaspadaan. Terapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, memakai masker, serta memastikan imunisasi campak lengkap,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’
Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema
Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang
Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka
Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026
Bupati Tanggamus Beri Bantuan Korban Kebakaran Talang Padang dan Instruksikan OPD Lakukan Assessment
Viral Rumah Dirobohkan di Pati Jawa Tengah Usai Pasutri Cerai
Perjuangan Dua Perawat Puskesmas Martanda Tanggamus Dampingi Ibu Hamil Seberangi Lautan Demi Persalinan
Berita ini 28 kali dibaca
Avatar photo

Herdi Abas

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’

Minggu, 12 April 2026 - 14:41 WIB

Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema

Minggu, 12 April 2026 - 13:20 WIB

Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang

Minggu, 12 April 2026 - 10:18 WIB

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:17 WIB

Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026

Berita Terbaru