Prioritastv.com, Kota Metro, Lampung – Hasil panen padi pada lahan percontohan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Lampung Tengah yang mencapai 11,44 ton per hektare menjadi salah satu dasar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong perluasan penerapan pertanian modern kepada petani di berbagai daerah.
Menurut Jihan, capaian tersebut menunjukkan adanya peluang peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi dan metode pertanian modern. Ia berharap pola serupa tidak hanya diterapkan pada lahan percontohan, tetapi juga dapat diadopsi lebih luas oleh petani.
“Harapannya nanti ke depan seperti itu. Pertanian modern ini bisa diterapkan untuk semua petani,” kata Jihan usai mengikuti Gerakan Tanam Padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kota Metro, Rabu (30/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jihan mengatakan hasil panen pada lahan percontohan di Lampung Tengah mencapai 11,44 ton per hektare. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan potensi peningkatan produksi yang dapat diperoleh melalui penerapan pertanian modern.
“Alhamdulillah, kemarin di Lampung Tengah per hektare mendapatkan 11,44 ton,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan peningkatan produktivitas dengan potensi pendapatan petani. Dengan asumsi harga gabah Rp6.500 per kilogram, produksi 10 ton per hektare menghasilkan nilai sekitar Rp65 juta.
“Kalau bisa 10 ton per hektare, sekarang Rp6.500, dikalikan saja sudah Rp65 juta,” katanya.
Sebagai perbandingan, produksi lima ton per hektare dengan harga yang sama menghasilkan nilai sekitar Rp32,5 juta.
“Kalau biasanya hanya lima ton, paling sekitar Rp32 juta. Bisa naik dua kali lipat,” ujar Jihan.
Namun, Jihan menyebut penerapan pertanian modern juga membutuhkan dukungan modal. Menurut dia, kebutuhan modal petani untuk mengelola satu hektare lahan berada di kisaran Rp40 juta, dengan salah satu komponen biaya mencapai sekitar Rp15 juta per hektare.
Karena itu, pengembangan pertanian modern tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga diharapkan berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.
Jihan menyebut luas lahan pertanian di Lampung sekitar 35 ribu hektare. Dengan luasan tersebut, proyeksi produksi sangat bergantung pada produktivitas rata-rata yang dapat dicapai setiap hektare.
“Proyeksinya tentu sesuai dengan yang tadi dihitung, sekitar 10 ton per hektare. Kalau totalnya 35 ribu hektare, tinggal dihitung dari luasan atau hasil tonasenya per hektare,” tandasnya. (*)
Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.







