Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Institut Teknologi Sumatra (ITERA) mengadakan diskusi bertema “Kajian Pengembangan Kawasan Perkotaan Kota Agung Tanggamus yang Kreatif dan Berkelanjutan,” bertempat di Aula Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung, pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Zulkarnain, perwakilan Camat Kota Agung, serta para lurah dari Kelurahan Kuripan, Baros, dan Pasar Madang. Turut hadir Ketua Karang Taruna Tanggamus, Aris Munandar, beserta tokoh masyarakat lainnya.
Diskusi ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait pengembangan kawasan perkotaan. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan isu utama yang dihadapi, mulai dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perikanan, kesehatan, pengelolaan sampah, hingga keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Zulkarnain, mewakili Camat Kota Agung, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh ITERA. Ia berharap diskusi ini dapat menjadi langkah awal transformasi Kota Agung sebagai pusat kota Kabupaten Tanggamus.
“Semoga semua yang didiskusikan dapat terwujud untuk kemajuan Kabupaten Tanggamus dan Kota Agung khususnya,” ujarnya.
Aris Munandar, Ketua Karang Taruna Kabupaten Tanggamus, juga memberikan pandangannya. Menurutnya, kajian ini membuka peluang untuk menghasilkan rekomendasi yang positif bagi program pembangunan di Kota Agung.
“Kami berharap diskusi ini dapat membantu pemerintah mengakomodir aspirasi masyarakat, sehingga Kota Agung bisa semakin maju sebagai ibu kota Kabupaten Tanggamus,” ungkap Aris.
Fran Sinatra, dosen ITERA yang hadir dalam acara ini, menjelaskan tujuan kajian ini adalah untuk merancang pembangunan berbasis masyarakat.
Melalui metode diskusi kelompok, ITERA berupaya mengidentifikasi masalah, potensi, serta aspirasi masyarakat.
“Kami ingin meningkatkan perkembangan Kota Agung berdasarkan aspirasi warga. Ini termasuk menggali permasalahan ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk menemukan solusi yang sesuai,” terang Fran.
Lebih lanjut, Fran berharap aspirasi masyarakat dapat diintegrasikan ke dalam program pemerintah Kabupaten Tanggamus.
“Kami akan menjembatani harapan masyarakat dengan pemerintah agar program pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Kota Agung dan masyarakatnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi, diharapkan Kota Agung dapat menjadi kawasan perkotaan yang kreatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan warganya. (Herdi)







