Kakon Negarabatin Tanggamus Tinjau Lokasi Banjir di Way Belu dan Way Awi, Jarak ke Rumah 2 Meter Warga Resah Ancaman Banjir Susulan

- Jurnalis

Minggu, 13 April 2025 - 19:42

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuran jarak rumah warga ke aliran sungai way awi di Dusun Penengahan 1, Pekon Negara Batin, Kota Agung Barat, Tanggamus, Minggu 13 April 2025 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Pengukuran jarak rumah warga ke aliran sungai way awi di Dusun Penengahan 1, Pekon Negara Batin, Kota Agung Barat, Tanggamus, Minggu 13 April 2025 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tanggamus dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah titik.

Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Dusun Penengahan 1, Pekon Negarabatin, Kecamatan Kota Agung Barat.

Minggu (13/4/2025), Kepala Pekon Negarabatin, Mirza, meninjau langsung lokasi rawan banjir di pertemuan dua aliran sungai besar, Way Belu dan Way Awi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut lokasi ini menjadi titik kritis karena arus sungai yang deras terus mengikis tanggul penahan banjir setiap musim hujan tiba.

“Kami telah mengajukan proposal penanggulan kepada pemerintah terkait, khususnya di area pertemuan Way Belu dan Way Awi yang menjadi penyebab utama terkikisnya tanah,” ujar Mirza kepada wartawan.

Kekhawatiran warga semakin memuncak setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada malam sebelumnya. Rodi, salah satu warga Dusun Penengahan 1, mengungkapkan bahwa air nyaris masuk ke dalam rumahnya.

“Tadi malam besar sekali airnya, hanya tinggal dua meter lagi dari rumah saya. Kalau datang banjir besar lagi, bisa jadi rumah kami hanyut,” ujar Rodi dengan nada cemas.

Menurut Rodi, sekitar 10 rumah warga di lingkungan Penengahan berada dalam ancaman langsung jika tanggul tidak segera diperkuat. Ia pun berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera turun tangan.

“Harapan kami kepada pemerintah, khususnya Bupati Tanggamus, agar segera membangun tanggul penahan air sebelum terjadi korban jiwa,” tandasnya.

Warga juga meminta agar solusi yang ditawarkan bersifat jangka panjang, seperti pembangunan tanggul beton atau penguatan bantaran sungai, bukan hanya penanganan sementara.

Cuaca ekstrem dan tingginya debit air sungai di wilayah Tanggamus saat ini menjadi perhatian serius masyarakat.

Warga berharap ada tindakan cepat dan nyata dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk melindungi mereka dari bencana susulan. (Herdi)

Berita Terkait

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera
Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan
Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak
Sosok Rohadi Alcantara, Konten Kreator Asal Cukuh Balak Tanggamus yang Dikabarkan Diamankan Polisi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:36

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:33

TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:58

Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita

Berita Terbaru