Pedagang Panik, Pasar Pekon Putih Doh Tanggamus Kebanjiran

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 11:43

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto pedagang saat mengemas kembali barang dagangan dan banjir disertai hujan di Pasar Sukamaju, Pekon Putih Doh, Cukuh Balak, Tanggamus, Senin 28 Juli 2025 | Dok. Tangkapan Layar Video.

Kolase foto pedagang saat mengemas kembali barang dagangan dan banjir disertai hujan di Pasar Sukamaju, Pekon Putih Doh, Cukuh Balak, Tanggamus, Senin 28 Juli 2025 | Dok. Tangkapan Layar Video.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cukuh Balak sejak Minggu malam (27/7/2025) menyebabkan banjir yang merendam pasar tradisional di Dusun Sukamaju, Pekon Putih Doh, Senin pagi 28 Juli 2025.

Genangan air setinggi lutut orang dewasa membuat seluruh aktivitas perdagangan lumpuh total.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi memprihatinkan ini cepat viral di media sosial usai salah satu pedagang membagikan video amatir yang memperlihatkan situasi pasar yang tergenang air.

Akibat peristiwa ini, hampir seluruh barang dagangan ikut terendam, mulai dari beras, sayuran, bumbu dapur, hingga pakaian. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam rekaman tersebut, tampak lapak-lapak nyaris tenggelam, sementara para pedagang pasrah melihat barang dagangan mereka basah kuyup.

“Air sampai selutut, semua dagangan basah. Ya ampun, banjir,” ujar seorang pedagang dalam video tersebut dengan nada panik.

Salah satu warga setempat, Masrur Daswan, menyampaikan bahwa air mulai merembes ke area pasar sejak dini hari dan terus naik hingga pagi.

Menurutnya, banjir terjadi akibat buruknya sistem drainase di sekitar pasar yang tidak mampu menampung debit air hujan.

“Air datang dari arah Pematang Agung, tepatnya dari seberang jalan pasar. Karena saluran air terlalu sempit, air langsung meluber ke dalam pasar,” jelas Masrur.

Selain memperbaiki saluran drainase, pedagang lainnya juga meminta agar area pasar ditinggikan guna mencegah banjir serupa terulang kembali.

“Pasar ini urat nadi ekonomi kami. Kalau dibiarkan begini terus, habis semua. Kami cuma minta pemerintah peduli,” ujar pedagang setempat.

Pasar tradisional Sukamaju bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga sumber penghidupan bagi ratusan keluarga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar janji yang terus diulang tanpa realisasi. (Bahyuti)

Berita Terkait

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera
Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan
Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak
Sosok Rohadi Alcantara, Konten Kreator Asal Cukuh Balak Tanggamus yang Dikabarkan Diamankan Polisi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:36

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:33

TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:58

Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita

Berita Terbaru