Kekerasan Verbal terhadap Anak di SD di Tanggamus Lampung Viral, Guru Akui Rekam dan Sebar Video untuk Orang Tua

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 07:02

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto bocah yang direkam saat dituduh mencuri uang dan ketika guru yang diduga keluarga boca memberikan klarifikasi, Senin 11 Agustus 2025 | Ist.

Kolase foto bocah yang direkam saat dituduh mencuri uang dan ketika guru yang diduga keluarga boca memberikan klarifikasi, Senin 11 Agustus 2025 | Ist.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Sebuah video dugaan kekerasan verbal terhadap anak yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir diketahui terjadi di SDN 1 Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus.

Dalam rekaman tersebut terdengar suara seorang guru yang menginterogasi seorang siswa laki-laki karena dituduh mencuri uang temannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video berdurasi 60 detik itu, terlihat siswa hanya terdiam saat beberapa guru mengajukan pertanyaan bernada menekan.

“Kamu gak ngaku? Emang ada setan? Soalnya orang-orang udah pada lihat kamu yang ambil. Kamu masih bilang bukan, enggak,” ujar salah satu guru dalam video tersebut.

Tak berhenti di situ, guru tersebut juga mengatakan:

“Berarti habis ini gak usah sekolah lagi, langsung kemasin bajunya. Ini di depan guru-gurunya ini, ini dikirim ke mama kamu ya. Kemasin bajunya, habis itu jangan sekolah di sini lagi ya.”

Video ini memicu reaksi beragam dari warganet, sebagian mengkritik keras metode interogasi yang dinilai tidak pantas dilakukan kepada anak di lingkungan sekolah.

Meski hingga kini, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan kekerasan verbal tersebut.

Namun, setelah video itu viral, beredar pula video klarifikasi dari seorang guru perempuan bernama Dian, yang mengaku sebagai wali dan pihak yang merekam kejadian tersebut.

“Suara yang ada di video adalah suara saya. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah atas kegaduhan ini. Saya membuat video ini tanpa paksaan,” kata Dian yang videonya juga beredar, Senin 11 Agustus 2025.

Dian menjelaskan, video itu awalnya dibuat untuk dikirimkan kepada ibu siswa yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.

“Namun justru tersebar luas di media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya akhiri, wassalamualaikum,” tutup Dian dalam klarifikasinya. (*)

Berita Terkait

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera
Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan
Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak
Sosok Rohadi Alcantara, Konten Kreator Asal Cukuh Balak Tanggamus yang Dikabarkan Diamankan Polisi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:36

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:33

TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:58

Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita

Berita Terbaru