Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Abu Sahlan, Kakon Sanggi Unggak, membenarkan kabar meninggalnya warganya yang viral di media sosial, seorang perempuan bernama Aisyah (55) warga Dusun 02 atau Pedukuhan Way Tuba.
Ia menjelaskan, Aisah telah menderita sakit komplikasi selama lebih dari tiga tahun dan sering berobat.
“Beliau memang sudah kurang lebih tiga tahun ini sakit komplikasi dari darah tinggi, asma, dan penyakit lain. Sudah bolak-balik berobat ke rumah sakit dan puskesmas,” kata Abu Sahlan saat ditemui Media Prioritastv.com, Jumat 12 September 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia melanjutkan, kondisi Aisah sempat kritis dan dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Batin Mangunang. Namun sayangnya, pasien meninggal dalam perjalanan.
“Kemarin beliau sempat kritis. Kami bawa menggunakan mobil ambulans sampai Wonosobo, tapi beliau tidak sempat sampai ke Rumah Sakit,” ujarnya.
Abu Sahlan menyoroti kondisi jalan menuju dusun 02 yang rusak meski sudah dibangun pada tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, beberapa titik pernah dibangun, tapi selebihnya rusak karena musim buah-buahan dan warga mengangkut kayu memakai rantai motor. Akibatnya, kondisi jalan sekarang parah.
“Jalan menuju rumah almarhum sekitar 1,5 kilometer lagi. Jalan itu memang jalan penghubung antar pekon dan sebagian besar sudah lama tidak diperbaiki,” jelasnya.
Kakon Sanggi Unggak berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan tersebut.
“Kedepannya saya mengharapkan perhatian dan kepedulian dari Dinas terkait serta Pemerintah Kabupaten untuk melihat dan memperbaiki jalan tersebut,” pungkasnya.
Viral, Warga di Tanggamus Tandu Pasien Susuri Jalan Becek dan Terjal, Namun Nyawanya Tak Tertolong
Sebelumnya diberitakan, Aisyah (55), warga Pedukuhan Waytuba, Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Batin Mangunang, Kamis (11/9/2025) pagi.
Aisah yang memiliki riwayat penyakit asma dan darah tinggi ditandu warga sejauh tiga kilometer menggunakan sarung dan bambu karena akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
Warga bergotong royong sejak pagi buta menuruni tanjakan dan turunan dengan jalan berlumpur menuju jalan besar.
Pasalnya, mobil tidak dapat memasuki wilayah tersebut mengingat jalan tanah berlumpur bahkan sepeda motor juga tidak dapat melintas. (Herdi)








