Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Konflik dalam bisnis kayu diduga picu kekerasan berdarah di Kabupaten Tanggamus yang dialami oleh Johan Rasid (56), warga Kota Agung Barat yang selama ini memang berbisnis usaha kayu olahan. Johan kini hanya bisa terbaring lemah usai diduga diserang secara brutal oleh mantan Kepala Pekon Negeri Ngarip, Wonosobo inisial JN (54), pada Jumat lalu, (14/11/2025) di depan sebuah ruko.
Kapolsek Wonosobo Iptu Tjasudin mengatakan, menurut penyelidikan awal, adu mulut itu hanya berlangsung singkat sebelum pelaku menghunus senjata tajam dan menyerang korban berkali-kali.
“Motif diduga terkait selisih paham soal penagihan fee bisnis kayu,” jelas Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, dikutip Senin 17 November 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek mengungkapkan, usai melakukan penyerangan, Junaidi kabur menggunakan sepeda motor dan motor tersebut kini sudah diamankan sebagai barang bukti. Namun pelaku belum berhasil ditemukan.
“Pagi-pagi kami sudah geledah rumah pelaku dan rumah keluarganya. Semua ruangan diperiksa, tapi hasilnya nihil,” ungkap Kapolsek.
Lanjutnya, akibat serangan tersebut, kondisi Johan sangat kritis. Ia mengalami luka parah, mulai dari usus kecil terputus, luka pada paru-paru, hingga robekan dalam di bagian lambung dan korban masih dalam perawatan intensif di RS Mitra Husada Pringsewu.
Polsek Wonosobo juga memperluas pencarian hingga wilayah kerabat lain. Dugaan sementara, pelaku telah meninggalkan Kabupaten Tanggamus. Keluarga pun diminta bekerja sama demi mempercepat proses hukum.
“Kami imbau keluarga agar mendorong pelaku menyerahkan diri untuk keselamatan bersama dan agar situasi tidak memanas,” tambahnya.
Ditambahkannya, meski awalnnya ketegangan warga sempat meningkat lantaran kabar pembacokan ini cepat menyebar di media sosial dan grup percakapan, namun saat ini telah terkendali.
“Kami kemudian mempertemukan kepala pekon dan sejumlah tokoh masyarakat untuk meredam potensi aksi balasan dari keluarga korban,” tandasnya.
Informasi lainnya yang dihimpun, insiden bermula dari perselisihan pembagian fee dalam kerja sama bisnis kayu yang sudah lama dijalankan keduanya.
Johan disebut menagih selisih pembayaran yang belum diterimanya, namun bukannya selesai secara baik-baik, pertengkaran justru berubah menjadi amarah mematikan.
Lokasi kejadian berada di depan sebuah kios kosong milik Edi Fachrurrozi yang selama ini kerap dijadikan tempat berkumpul warga. (Herdi)







