Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Tanggamus resmi membuka pelatihan peningkatan kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) angkatan VI. Kegiatan ini diikuti pengurus dari 302 pekon di Kabupaten Tanggamus dan berlangsung di Aula Hotel 21 Gisting, Kamis (27/11/2025).
Pelatihan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, didampingi Kadis Koperindag Tanggamus, Retno Noviana Damayanti, dan Kadis PMD, Arvin, yang memberikan pengarahan serta motivasi kepada seluruh peserta.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Agus Suranto menekankan pentingnya penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta pembangunan ekosistem usaha yang sehat dan inklusif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Desa melalui Koperasi, yang mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pertumbuhan koperasi desa yang kuat dan berdaya saing.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan mampu menghasilkan SDM koperasi yang kompeten, berintegritas, dan inovatif. Saya meyakini koperasi akan semakin memainkan peran strategis dalam mendukung target pembangunan nasional, mewujudkan Indonesia Emas 2045, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis gotong-royong dan kekeluargaan,” kata Wabup Agus Suranto.
Wabup juga menambahkan, kurikulum Standar Nasional KDMP kini telah diterbitkan dan siap dilaksanakan di seluruh koperasi desa di Tanggamus.
“Kehadiran kurikulum ini menjadi tonggak penting memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan sekaligus penggerak pembangunan desa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Tanggamus, Retno Noviana Damayanti, menjelaskan setiap pengurus KDMP mengirim dua peserta untuk mengikuti pelatihan. Ia mengapresiasi dukungan Wakil Bupati yang hadir memberikan bimbingan, masukan, dan motivasi.
“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas SDM pengurus KDMP, termasuk tata cara mengelola koperasi. Kami telah menyiapkan 17 modul yang akan dipelajari peserta, mulai dari perkoperasian hingga pembiayaan,” jelas Retno.
Retno menambahkan, karena kepengurusan KDMP masih baru, selama ini pengurus mendapatkan informasi secara daring melalui Zoom.
“Pelatihan tatap muka ini berlangsung selama tiga hari, memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dan memperdalam kemampuan mengelola koperasi,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan membekali pengurus KDMP dengan ilmu yang siap diterapkan di masing-masing koperasi, sehingga koperasi desa dapat berkembang menjadi motor penggerak ekonomi lokal, pusat pemberdayaan masyarakat, dan instrumen pemerataan kesejahteraan. (Herdi)







