Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Sepanjang November 2025, dua petani lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berbeda namun sama-sama mengenaskan di Kabupaten Tanggamus. Peristiwa ini bukan hanya menyoroti kondisi dua korban, tetapi juga mengungkap kerentanan para lansia yang tinggal seorang diri di wilayah pedesaan.
Minimnya pengawasan, terbatasnya akses kesehatan, serta rutinitas bekerja di kebun yang jauh dari pemukiman membuat para orang tua rentan mengalami musibah tanpa diketahui dalam waktu lama. Situasi ini menggambarkan pentingnya kepedulian bersama, keluarga, masyarakat, dan aparatur desa, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kasus Pertama: Bastami (70) Meninggal di Gubuk Kebun Wonosobo
Pada Selasa (11/11/2025), warga Dusun 6 Hampatoh, Pekon Pekonbalak, Kecamatan Wonosobo, digemparkan oleh penemuan jasad Bastami (70) di sebuah gubuk kebunnya. Korban ditemukan oleh cucunya, Ferdinan (27), sekitar pukul 09.30 WIB saat hendak mengantarkan tangki semprot pesanan sang kakek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika tiba, suasana gubuk tampak sepi. Ferdinan mengintip dari jendela dan melihat tubuh kakeknya terbaring kaku di tempat tidur. Ia kemudian memberi tahu ayahnya, Abdullah (41), dan melaporkannya kepada Kepala Pekon Tanjung Kurung hingga diteruskan ke Polsek Wonosobo.
Kasi Humas Polres Tanggamus, Iptu Primadona Laila, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung sulit karena medan berbukit dan harus ditempuh sejauh 5 kilometer dengan tandu. Tim Inafis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dan menduga korban meninggal sekitar tiga hari sebelumnya.
“Keterangan keluarga menyebut bahwa korban memiliki riwayat sakit. Dugaan sementara korban meninggal karena penyakit yang dideritanya,” kata Iptu Primadona.
Pihak keluarga menolak autopsi dan jenazah langsung dimakamkan di Pekon Tanjung Kurung, Kecamatan Wonosobo setelah administrasi penolakan dilengkapi.
Kasus Kedua: Usman (80) Ditemukan Menjadi Kerangka di Rumahnya di Cukuh Balak
Dua minggu setelah penemuan pertama, lansia lainnya bernama Usman (80) ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka di rumahnya di Dusun Tanjung Senang, Pekon Gedung, Kecamatan Cukuh Balak, Jumat (28/11/2025).
Kasus ini terungkap setelah tetangga korban, Mat Zen bin Azhari (40), curiga karena korban tidak berkunjung ke rumahnya dalam waktu yang cukup lama, lalu datang namunbmencium aroma menyengat dari sekitar rumah korban.
Kapolsek Cukuh Balak, Ipda Ma’ruf Nurochim menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 18.30 WIB dan petugas langsung menuju lokasi bersama tenaga kesehatan Puskesmas Putih Doh serta relawan Tagana.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan penyisiran dan menemukan kerangka manusia di samping rumah korban. Kondisi tersebut membuat petugas memperkirakan korban sudah meninggal sekitar dua minggu.
“Korban hidup seorang diri dan selama dua minggu terakhir aktivitasnya tidak terlihat. Kami menangani kasus ini dengan sangat hati-hati mengingat kondisi kerangka yang tidak utuh,” ujar Ipda Ma’ruf mewakili Kapolres Tanggamus.
Awalnya keluarga meminta agar jenazah langsung dimakamkan, namun setelah diberikan pemahaman mengenai prosedur kepolisian, mereka akhirnya bersedia proses identifikasi lanjutan. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang.
Petugas medis Puskesmas Putih Doh, Sulistiono, memperkirakan korban sudah meninggal sejak dua minggu lalu, sesuai dengan kondisi jasad dan rutinitas korban yang terhenti.
Meninggalnya dua lansia dalam rentang waktu yang berdekatan ini menjadi pengingat penting bahwa kelompok usia lanjut yang tinggal sendiri berada dalam situasi rawan.
Keterbatasan fisik, penyakit bawaan, serta isolasi sosial dapat memperburuk keadaan ketika mereka mengalami kondisi darurat. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan lingkungan, meningkatkan kunjungan keluarga, dan memperluas peran aparatur pekon dalam memantau warga lansia.
Kepedulian kecil dari tetangga, famili, maupun perangkat desa dapat menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian tragis serupa di kemudian hari. (Herdi)







