Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus bergerak cepat melakukan asesmen setelah banjir merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, kemarin Rabu 3 Desember 2025, sore.
Tim BPBD yang dipimpin Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Henderman menelusuri aliran air dan memeriksa titik-titik kritis yang dilaporkan warga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, banjir dipicu jebolnya Talud Penahan Tanah (TPT) di RT 17, wilayah Lebak Jaya diduga menjadi penyebab utama air meluap dan mengalir deras ke permukiman warga Kapuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Salah satu penyebabnya, yaitu di RT 17 ini TPT Talud Penahan Tanah ada yang jebol. Kemungkinan besar inilah penyebab daerah Kapuran terdampak banjir,” kata Henderman, Kamis 4 November 2025.
Ia menyebut, akibat kerusakan tersebut, aliran air tidak lagi tertahan dan langsung menggenangi permukiman.
Ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga satu meter di beberapa titik yang berada di dataran lebih rendah.
“Air cukup menggenang sekitar kurang lebih setengah meter sampai satu meter, tentunya berdampak ke warga Kapuran,” ujarnya.
Henderman juga menyampaikan apresiasi kepada warga dan insan media yang cepat memberikan laporan sehingga BPBD dapat segera turun melakukan pengecekan.
“Terima kasih kepada warga dan rekan media atas laporan cepatnya. Informasi seperti ini sangat membantu kami dalam merespons kondisi di lapangan,” tandasnya.
Banjir Sepaha Rendam Kapuran Kota Agung, di Pancawarna Terjang Rumah Lansia
Sebelumnya, banjir di setinggi paha orang dewasa merendam rumah-rumah warga di Lingkungan Kapuran, Pasar Madang, Kota Agung.
Dari rekaman video yang beredar, terlihat air mengalir deras memasuki gang-gang sempit hingga merendam halaman dan bagian dalam rumah.
Beberapa warga tampak berjalan menembus derasnya arus sambil merekam kondisi banjir. “Pak Bupati tolong, ini banjir di Kapuran,” ujar seorang warga dalam video tersebut.
Menurut Ketua RT 14 Kapuran, Dayat, bahwa tanggul bagian atas sungai tersebut jebol sehingga air deras menerjang area persawahan dan kemudian mengalir langsung ke permukiman warga di RT 10, RT 14, dan RT 16. Air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan Kota Agung. (Herdi)







