Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Tokoh masyarakat Kabupaten Tanggamus, H. Akhmadi Sumaryanto, mendorong penanganan sampah dilakukan dari tingkat paling kecil, yakni rumah tangga atau unit terkecil.
Hal itu dikatakan Akhmadi Sumaryanto usai tayangnya berita Media Prioritastv.com terkait FGD penanganan sampah oleh DPD LPM Tanggamus bersama perwakilan masyarakat di Kota Agung.
Menurut Akhmadi Sumaryanto, pengelolaan sampah berbasis pemilahan sejak sumbernya akan lebih efektif sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Mengingat dirinya pernah belajar kepada pejabat Kementerian Lingkungan Hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Maaf urun rembug, kalau penanganan sampah dikecilkan ke tingkat kecil, sebenarnya bisa ditangani. Bahkan, berdasarkan pengalaman di beberapa tempat, ini justru bisa menjadi peluang ekonomi,” kata Akhmadi Sumaryanto, Sabtu 13 Desember 2025.
Ia menjelaskan, langkah awal yang paling penting adalah pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik harus dipisahkan agar mudah diolah dan dimanfaatkan kembali.
“Sampah yang sudah dipilah, khususnya organik, bisa diolah menjadi pupuk organik. Saat ini Gubernur juga sedang menggalakkan penggunaan pupuk organik cair (POC), sehingga ini sangat relevan,” jelasnya.
Selain sampah organik, Akhmadi menyebutkan bahwa sampah kertas dan plastik memiliki nilai jual apabila dikelola dengan baik. Keduanya dapat dijual ke pengepul untuk didaur ulang, sehingga mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Sisa makanan pun bisa dimanfaatkan, baik dijadikan pupuk organik maupun pakan maggot. Maggot ini nantinya bisa menjadi pakan ternak atau pakan ikan yang bernilai ekonomis,” tambahnya.
Menurutnya, hanya sampah yang benar-benar tidak bisa diolah atau didaur ulang, seperti kaleng tertentu, pecahan kaca, dan material sejenis, yang seharusnya dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Akhmadi menilai, jika konsep ini diterapkan secara konsisten dan didukung oleh edukasi masyarakat serta kebijakan pemerintah daerah, maka persoalan sampah tidak hanya dapat ditekan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha baru.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tapi juga bisa menjadi solusi ekonomi dan ketahanan pangan jika dikelola dengan benar,” pungkasnya. (Herdi)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







