17 Pemuda yang Diamankan Warga Sumberejo Tanggamus Bukan Pelaku Hipnotis, Ini Penjelasan Kapolsek, Camat dan Kakon Argopeni !

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:37

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar postingan media sosial facebook yang menginformasikan adanya dugaan pelaku hipnotis yang ditangkap massa di Pekon Argopeni, Sumberejo, Tanggamus, Sabtu 13 Desember 2025.

Tangkapan layar postingan media sosial facebook yang menginformasikan adanya dugaan pelaku hipnotis yang ditangkap massa di Pekon Argopeni, Sumberejo, Tanggamus, Sabtu 13 Desember 2025.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Isu penangkapan terduga pelaku hipnotis di Pekon Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus yang beredar di media sosial akhirnya diluruskan pihak Polsek Sumberejo, Camat Sumberejo dan Kakon Argopeni, Sabtu 13 Desember 2025.

Sebanyak 17 pemuda yang sebelumnya diamankan warga ternyata bukan pelaku kejahatan hipnotis, melainkan pedagang obat herbal dari PT Mayer Century Cabang Bandar Lampung.

Kapolsek Sumberejo Polres Tanggamus, Iptu Zulkarnaen, mengatakan bahwa pengamanan tersebut berawal dari kecurigaan warga yang menduga para pemuda tersebut sebagai pelaku hipnotis. Karena curiga, warga kemudian membawa mereka ke balai pekon sebelum menghubungi pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga mencurigai adik-adik ini sebagai pelaku hipnotis. Jumlahnya 17 orang dari PT Mayer Century. Mereka dibawa ke balai pekon, lalu kepala pekon menghubungi kami, dan semuanya kami amankan ke Polsek Sumberejo,” kata Iptu Zulkarnaen, Sabtu (13/12) malam.

Kapolsek menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan dan interogasi di Polsek Sumberejo, pihaknya tidak menemukan adanya unsur tindak pidana.

Tidak ada laporan korban hipnotis yang mengarah kepada 17 pemuda tersebut, bahkan saat diperlihatkan kepada korban hipnotis sebelumnya, dipastikan bukan orang yang sama.

“Setelah kami periksa, tidak ada kesesuaian. Tidak ada laporan yang mengarah ke mereka sebagai pelaku hipnotis. Korban hipnotis yang pernah melapor juga memastikan bukan mereka pelakunya,” jelas Kapolsek.

Iptu Zulkarnaen menambahkan, kuasa hukum PT Mayer Century telah berkomunikasi dengan pihaknya dan sepakat menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

“Kami tidak menemukan adanya unsur pidana, sehingga pihak kepolisian tidak bisa menahan mereka. Rencananya dikembalikan ke pihak perusahaan, disaksikan kepala pekon dan camat,” tegasnya.

Kesempatan itu, Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya serta tetap mengedepankan koordinasi dengan aparat.

“Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan agar segera melapor, guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Sumberejo, Suwarno, mengatakan kecurigaan warga muncul karena dalam beberapa hari terakhir memang terdapat kasus hipnotis di wilayah Kecamatan Sumberejo, yang diduga dilakukan oleh penjual herbal dan alat-alat kesehatan.

“Kami mendapatkan informasi dari korban hipnotis sebelumnya, lalu para pemuda ini ditunjukkan satu per satu secara langsung. Bahkan melalui video call dengan warga Pulau Panggung. Hasilnya, tidak satu pun yang diakui sebagai pelaku hipnotis,” kata Suwarno.

Ia menambahkan, para pedagang tersebut baru masuk ke wilayah Tanggamus pada hari kejadian dan memiliki kelengkapan administrasi berupa surat dari perusahaan.

“Kuasa hukum perusahaan juga telah berkoordinasi langsung dengan Kapolsek Sumberejo,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pekon Argopeni, Triswanto, menjelaskan bahwa langkah pengamanan dilakukan semata-mata untuk mengantisipasi situasi di lapangan, mengingat kondisi keamanan di Kecamatan Sumberejo saat ini cukup rawan.

“Memang akhir-akhir ini banyak kasus hipnotis, curanmor, baik siang maupun malam hari, bahkan ada informasi begal. Ketika ada sales yang mencurigakan, masyarakat membuntuti dan warga mengamankan mereka. Jadi kami amankan ke Polsek agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Triswanto.

Menurutnya, pengamanan tersebut justru dilakukan demi keselamatan para pedagang itu sendiri, mengingat jumlah massa yang cukup banyak di lokasi kejadian.

“Alhamdulillah sekarang sudah clear, mereka bukan pelaku hipnotis. Kami amankan hanya untuk menjaga situasi agar tetap kondusif,” pungkasnya. (Herdi)

Berita Terkait

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera
Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan
Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak
Sosok Rohadi Alcantara, Konten Kreator Asal Cukuh Balak Tanggamus yang Dikabarkan Diamankan Polisi
Berita ini 2,353 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:36

Kota Metro Raih TPAKD Award 2026, Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:33

TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:58

Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita

Berita Terbaru