Jelang Pelantikan P3K Pemkab Tanggamus, Sawiyah Terancam Diceraikan Usai 13 Tahun Dampingi Suami dari Nol, 20 Kambing Turut Dibawa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 13:55

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto saat Sawiyah menceritakan kisahnya hendak diceraikan usai suaminya akan dilantik PPPK, Rabu 31 Desember 2025 dan ilustrasi kelulusan PPPK.

Kolase foto saat Sawiyah menceritakan kisahnya hendak diceraikan usai suaminya akan dilantik PPPK, Rabu 31 Desember 2025 dan ilustrasi kelulusan PPPK.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Air mata Sawiyah binti Panut Parto (54) jatuh perlahan saat ia menyampaikan kisah pahit rumah tangganya kepada awak media Rabu (31/12/2025).

Dengan suara bergetar perempuan setengah baya itu mengaku tak pernah menyangka 13 tahun pengabdian dan kesetiaannya sebagai istri berujung ancaman perceraian, tepat ketika sang suami akan dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K),

Sawiyah merupakan istri dari NGT, honorer di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus yang tercatat lulus sebagai calon P3K paruh waktu dan dijadwalkan dilantik pada Jumat, 2 Januari 2026. Namun, di balik kabar kelulusan tersebut, Sawiyah justru harus menanggung luka batin yang mendalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan linangan air mata, Sawiyah menuturkan bahwa dirinya merasa dibohongi oleh suaminya sendiri. Ia mengaku sempat diminta meminjamkan Kartu Keluarga (KK), KTP, dan buku nikah dengan alasan untuk melengkapi persyaratan administrasi P3K. Tanpa rasa curiga, ia menyerahkan seluruh dokumen tersebut demi mendukung masa depan suaminya.

Namun belakangan, Sawiyah baru menyadari bahwa dokumen pribadinya diduga turut digunakan dalam pengajuan cerai talak ke Pengadilan Agama Tanggamus. Ia mengaku tidak pernah diajak bermusyawarah, tidak diberi penjelasan, hingga akhirnya menerima panggilan resmi dari pengadilan.

“Saya benar-benar kaget. Saya tidak tahu apa-apa, tahu-tahu dipanggil pengadilan agama,” ujar Sawiyah lirih.

Selama 13 tahun membina rumah tangga, Sawiyah mengaku setia mendampingi suaminya sejak masa sulit. Keduanya merintis usaha peternakan kambing dan bercocok tanam terong serta cabai sebagai sumber penghidupan keluarga. Usaha tersebut dibangun bersama dari nol dan menjadi penopang ekonomi rumah tangga selama bertahun-tahun.

Namun setelah gugatan cerai diajukan, Sawiyah mengaku seluruh harta gono-gini dibawa pergi oleh suaminya, termasuk sekitar 20 ekor kambing hasil usaha bersama. Ia mengaku tidak mendapatkan bagian apa pun dan kini hidup tanpa pegangan ekonomi.

“Saya bertahan, saya sabar, karena saya ingin rumah tangga saya utuh,” tuturnya dengan suara nyaris tak terdengar.

Di tengah kehancuran rumah tangga dan kehilangan harta bersama, Sawiyah berharap ada perhatian dan keadilan. Ia mempertanyakan kelayakan moral seseorang yang meninggalkan istri tanpa nafkah dan membawa seluruh harta bersama, namun akan segera dilantik sebagai aparatur negara.

Sawiyah pun memohon perhatian Bupati Tanggamus agar persoalan yang dialaminya dapat dipertimbangkan secara bijaksana.

“Harapannya kepada Bapak Bupati Tanggamus, saya sudah 13 tahun mendampingi suami dari nol saat susah. Sekarang saat mau sukses saya justru mau diceraikan. Saya tidak berdaya lagi, bagaimana baiknya. Saya mohon dicabut saja P3K-nya biar sama-sama tidak menikmati, karena susahnya kita bareng-bareng,” ujar Sawiyah.

Kisah Sawiyah menjadi potret getir sebuah pengabdian yang terlupakan. Saat status aparatur negara tinggal selangkah lagi, seorang istri yang setia selama 13 tahun justru harus menerima kenyataan pahit, ditinggalkan, kehilangan segalanya, dan berjuang sendiri mencari keadilan. (*)

Berita Terkait

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan
Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara
TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu
Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita
Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara
Polres Pringsewu Kerahkan 156 Personel Amankan Masa Kampanye Pilkakon Serentak
Sosok Rohadi Alcantara, Konten Kreator Asal Cukuh Balak Tanggamus yang Dikabarkan Diamankan Polisi
Polres Pringsewu Gandeng RSUD, Buka Peluang Kerja melalui Rekrutmen Satpam
Berita ini 1,409 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46

Terungkap, Pelaku Penimpaan QRIS Palsu di Angkringan Soka Maliosewu Pringsewu Ternyata Mantan Karyawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:17

Status Hukum Konten Kreator Rohadi Tanggamus Lampung Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:33

TPAS Karangrejo Metro Terbakar, Cuaca Panas 36 Derajat Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:58

Polres Lampung Barat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 337 Liter Pertalite dan Solar Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:28

Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Konten Kreator Tanggamus Lampung Rohadi Alcantara

Berita Terbaru