Ayah dan Anak Meninggal Tenggelam Saat Menjala Ikan di Pringsewu

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:03

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat dievakuasi usia ditemukan oleh warga yang melakukan pencarian, Minggu 22 Maret 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Korban saat dievakuasi usia ditemukan oleh warga yang melakukan pencarian, Minggu 22 Maret 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Peristiwa tragis terjadi di Way Waya, Pekon Madaraya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, di lebaran kedua, Minggu (22/03/2026) siang. Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat menjala ikan di sungai setempat.

Korban diketahui merupakan ayah dan anak, yakni Abdul Hamid (52) dan putranya Mahpudin (13). Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya tengah menjala ikan di aliran sungai tersebut saat insiden terjadi.

Diduga, sang anak lebih dahulu tenggelam. Melihat kondisi itu, Abdul Hamid berusaha memberikan pertolongan, namun nahas upaya penyelamatan tersebut justru membuat keduanya ikut tenggelam di lokasi yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan video yang beredar di masyarakat, terlihat sejumlah warga melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut juga tampak suasana haru saat korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari sungai.

Kepala Pekon Madaraya, Hariyadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Kedua korban kemudian ditemukan pada pukul 14.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

“Kedua korban tenggelam di Sungai Way Waya, Dusun Madaraya, sekitar pukul 12 siang. Korban berjumlah dua orang, ayah dan anak, warga Sukarendah, Pekon Sumber Bandung. Keduanya ditemukan sekitar pukul 14.20 dan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Hariyadi saat dikonfirmasi Media Prioritastv.com.

Haryadi menyebut, korban Abdul Hamid telah dimakamkan pada sekitar pukul 17.00 WIB, namun putranya dibawa oleh keluarganya ke Kota Bumi, Lampung Utara untuk dimakamkan disana.

“Abdul Hamid sudah bercerai dengan istrinya.
Anaknya ikut mantan istrinya di Kota Bumi, tadi sempat dibawa ke Puskesmas selanjutnya dibawa pakai ambulans,” tandasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di wilayah dengan arus tidak menentu serta kedalaman yang sulit diprediksi. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 371 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru